Tribun Metro

Dinas Perpustakaan Disuntik Dana Alokasi Khusus Rp 1,4 M

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Metro mendapat suntikan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,4 miliar untuk pengembangan dan rehabilitasi.

Dinas Perpustakaan Disuntik Dana Alokasi Khusus Rp 1,4 M
Tribun Lampung/Wendri Wahyudi
ilustrasi perpustakaan daerah

Dinas Perpustakaan Disuntik Dana Alokasi Khusus Rp 1,4 M

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Metro mendapat suntikan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,4 miliar untuk pengembangan dan rehabilitasi.

Kepala Dinas Perpustkaan dan Kearsipan Kota Metro Syachri Romadhon mengatakan, dana akan digunakan tahun 2019. Saat ini tengah dalam proses pencairan dan akan secepatnya akan direalisasikan.

Dijelaskannya, bantuan dana APBN senilai Rp 1,4 miliar akan digunakan untuk rehab ruang baca beserta interiornya, termasuk komputer, kursi dan meja, serta pengadaan buku. Diharapkan melalui dana DAK akan ada perubahan.

e-Book Dinas Perpustakaan Sediakan 2.100 Eksemplar Buku

"Jadi, sudah tentu adanya bantuan pusat ini, kami berharap banyak yang akan berubah. Dengan harapan bisa menarik semakin banyak minat warga untuk datang ke Perpusda membaca koleksi-koleksi buku kami," imbuhnya, Kamis (18/7).

Ia menambahkan, khusus untuk pembaca ada cukup banyak buku-buku tambahan, karena melalui dana DAK akan ada juga pengadaan buku nantinya. Dengan demikian, pelayanan untuk masyarakat diharapkan semakin membaik.

Syachri berharap, dana DAK bisa segera cair dan bisa digunakan secepatnya untuk pembangunan di dinas setempat.

Besok, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung Bedah Buku Sejarah Tulang Bawang

Sementara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Metro mendapatkan bantuan pelatihan aplikasi e-Arsip dari ANRI (Lembaga Kerasipan Nasional), di aula kantor setempat.

Kadis Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Kota Metro Syachri Romadhon menjelaskan, pelatihan berlangsung selama 2 hari, dari 17 hingga 18 Juli, yang bertujuan untuk mengelolah arsip dinas secara digital.

"Jadi nantinya bisa langsung diakses Kantor Arsip Nasional atau Lembaga Kerasipan Nasional. Ini program pusat untuk memudahkan akses digital. Jadi untuk mengoptimalkan pengelolaan arsip dinamis berbasis teknologi informasi," tuntasnya. (end)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved