Tribun Bandar Lampung

Kendalikan Peredaran Sabu Asal Batam, Napi Lampung Dituntut 15 Tahun Penjara

Narapidana di Lampung bernama Sepriadi Darmawan dituntut hukuman pidana 15 tahun 6 bulan penjara.

Kendalikan Peredaran Sabu Asal Batam, Napi Lampung Dituntut 15 Tahun Penjara
TRIBUN LAMPUNG/HANIF RISA MUSTAFA
TUNTUTAN KASUS SABU -┬áTiga terdakwa kasus peredaran sabu asal Batam menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Narapidana di Lampung bernama Sepriadi Darmawan dituntut hukuman pidana 15 tahun 6 bulan penjara. Jaksa penuntut umum menyatakan Sepriadi telah mengendalikan peredaran sabu seberat 100 gram asal Batam, Kepulauan Riau.

Tuntutan kepada Sepriadi dibacakan JPU dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (17/7/2019).

Sepriadi yang masih dalam masa hukuman 20 tahun penjara karena perkara serupa itu menjalani sidang bersama Cut Salmina Anggraini dan Chairul Anwar, masing-masing warga Aceh dan Lampung. Cut dan Chairul menjadi terdakwa kurir sabu.

JPU Desti Listiana Sari menilai tiga terdakwa terbukti bersalah merujuk Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada tiga terdakwa. Dengan pidana penjara pertama terhadap terdakwa Sepriadi Darmawan selama 15 tahun dan 6 bulan penjara. Kedua, terhadap terdakwa Cut Salmina Anggraini dan Chairul Anwar dengan pidana penjara masing-masing 13 tahun penjara," paparnya.

Tak hanya itu, JPU Desti juga menuntut hukuman denda masing-masing Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Pada dakwaan ketiga, JPU Desti mengungkap perbuatan para terdakwa bermula pada awal Januari 2019. Cut yang berada di Aceh mendapat tawaran mengantar narkoba jenis jenis sabu ke Lampung. Ia lalu menghubungi seseorang berinisial B di Batam, yang hingga kini masih buron.

Dalam komunikasi, disepakati transaksi sabu seberat 100 gram. Cut kemudian mengambil sabu kepada B di Batam dengan biaya keberangkatan pesawat ditanggung Sepriadi.

Pada pagi 27 Januari 2019, Cut berangkat dari Aceh. Tiba di Batam, ia bertemu orang suruhan B.

Saat itu, Cut menerima bungkusan plastik ukuran besar berisi sabu 100 gram. Ia lalu melanjutkan perjalanan dengan pesawat dari Batam ke Lampung.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved