Tribun Lampung Selatan

Awas Mulai Akhir Agustus Mendatang, Kapal di Bawah 5.000 GT Harus Keluar dari Lintasan Selat Sunda

Pembatasan bobot kapal yang beroperasi di lintasi Selat Sunda harus 5.000 grosstone (GT) ke atas segera diberlakukan.

Awas Mulai Akhir Agustus Mendatang, Kapal di Bawah 5.000 GT Harus Keluar dari Lintasan Selat Sunda
Tribunlampung/Dedi
Kapal di Pelabuhan Bakauheni 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Pembatasan bobot kapal yang beroperasi di lintasi Selat Sunda harus 5.000 grosstone (GT) ke atas segera diberlakukan.

Penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2014 tentang pengaturan ukuran kapal pada penyeberangan Merak-Bakauheni ini rencananya akan berlaku mulai 23 Agustus mendatang.

“Hasil rapat di Jakarta beberapa waktu lalu antara pihak Kementerian Perhubungan, BPTD, ASDP dan DPP Gapasdap, mulai 23 Agustus nanti untuk aturan batasan ukuran kapal harus 5.000 GT ke atas berlaku,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDA) cabang Bakauheni, Warsa kepada Tribun, Jumat (19/7/2019).

Dengan berlakunya aturan batasan ukuran kapal ini, kata dia, kapal-kapal ferry yang memiliki bobot/ukuran di bawah 5.000 GT keluar dari lintasan Selat Sunda dan pindah pada jalur penyeberangan lainnya.

Lebih lanjut, Warsa mengatakan, sampai saat ini dari sekitar 69 kapal ferry di lintasan Selat Sunda, ada sekitar 10-12 kapal yang bobotnya di bawah 5.000 GT.

Dengan berlakunya aturan pembatasan ukuran kapal, maka jumlah kapal yang siap untuk di lintasan Merak-Bakauheni nantinya hanya ada sekitar 57 - 59 unit.

Jumlah ini, menurut dirinya, cukup untuk melayani penyeberangan Selat Sunda lintasan Merak-Bakauheni yang merupakan salah satu pelabuhan penyeberangan tersibuk di Indonesia.

“Sekarang kan setiap harinya hanya sekitar 30 – 33 kapal yang beroperasi. Ditambah dengan kapal milik ASDP yang beroperasi di Dermaga Eksekutif 4 unit. Masih overload sekitar 23 kapal yang standby menunggu jadwal,” kata dia.

Satnarkoba Polres Lampung Selatan Amankan 65 Kg Sabu di Pelabuhan Bakauheni

Ia pun memastikan adanya pengurangan jumlah kapal yang beroperasi dengan diberlakukannya aturan pembatasan kapal tidak akan berpengaruh pada pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni.

Halaman
123
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved