Inilah Tampang Karno Pencuri 2 HP Milik Warga Pardasuka Pringsewu

Inilah Tampang Karno Pencuri 2 HP Milik Warga Pardasuka Pringsewu Lampung

Inilah Tampang Karno Pencuri 2 HP Milik Warga Pardasuka Pringsewu
tribun lampung/robertus didik
Inilah Tampang Karno Pencuri 2 HP Milik Warga Pardasuka Pringsewu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Karno (33) warga Pekon Selapan Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu nekat membobol kediaman Teguh Suantrianto (35) warga Pekon Tanjung Rusia, Kecamatan Pardasuka.

Peristiwa itu dilakukan ketika pemilik rumah tertidur lelap.

Sehingga, Karno yang masuk melalui jendela tergolong panen karena berhasil mencuri barang-barang berharga.

Di antaranya, 1 unit hp merek OPPO A71 warna hitam, 1 unit hp merek Nokia tipe 105 warna biru, uang tunai Rp 250 ribu, 1 buah tabung gas, dan 7 kg kakau.

Kerugian mencapai Rp 3,2 juta.

Kepala Polsek Pardasuka AKP Martono mengatakan bila pencurian tersebut dilakukan 24 April 2019 pukul 02.00 WIB.

Atas kejadian itu, korban melapor ke Polsek Pardasuka yang kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikkan.

"Petugas dibantu Tekab 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap pelaku Karno, 18 Juli 2019 kemarin," ujar Martono mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Jumat (19/7/2019).

Kepada polisi, Karno mengaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela.

Yakni dengan menggunakan golok. Setelah jendela terbuka, pelaku masuk ke dalam rumah korban.

Sementara itu, korban terbangun dari tidur sekira pukul 05.00 WIB. Lantas melihat jendela sudah terbuka dan barang-barang tersebut sudah tidak ada.

Petugas berhasil mengamankan barang korban berupa hand phone merek OPPO A71warna hitam, hp merek Nokia 105, tabung gas dan alat yang digunakan pelaku berupa satu buah golok.

Tersangka mengakui perbuatannya tersebut. Menurutnya hasil pencurian dipakai buat kebutuhan sehari-hari.

Atas perbuatannya itu, pelaku Karno harus mempertanggungjawaban perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolres Tanggamus.

Ia pun dikenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved