Sholawati Puring Tas Demi Topang Ekonomi Keluarga

Kondisi perekonomian pas-pasan dalam keluarga bisa memacu seorang perempuan turut menopang perekonomian keluarga.

Sholawati Puring Tas Demi Topang Ekonomi Keluarga
ist
Sholawati 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kondisi perekonomian pas-pasan dalam keluarga bisa memacu seorang perempuan turut menopang perekonomian keluarga.

Terlebih jika semasa lajang sudah terbiasa mendapatkan penghasilan sendiri.

Hal itu dialami Sholawati. Perempuan ini berusaha bangkit di tengah keterpurukan ekonomi semasa baru membangun biduk rumah tangga bersama Juperta Panji Utama, pekerja lembaga sosial.

Kondisi keuangan yang serba kurang membuatnya berpikir untuk menghasilkan pundi rupiah meskipun dari rumah.

Terlebih ada lima adik dari suami yang harus dibantu untuk tetap melanjutkan pendidikan setelah kedua mertuanya meninggal di waktu yang tidak berbeda jauh.

Sementara dirinya juga terdesak kebutuhan untuk tetap bisa bertahan di dalam rumah tangga. Terlebih dia juga memiliki tiga orang anak.

dr Isura Febrihartati Bangga Jadi Dokter Pendamping Jamaah Haji

"Dulu semasa gadis saya sepulang kerja sembari ikut kursus menjahit. Iseng saja waktu itu karena berpikir mungkin akan berguna suatu saat," jelasnya mengawali cerita.

Dan benar saja, kemampuan menjahitnya yang lumayan terasah akhirnya membuka jalan untuk berbisnis jasa membuat gorden tahun 1998.

Berbahan baku tenun ikat asal Pekalongan yang tengah tren, dia membangun bisnis bersama temannya yang juga tidak boleh kerja kantoran usai menikah.

Halaman
12
Tags
Sholawati
Penulis: sulis setia markhamah
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved