Tribun Tanggamus

Sudah Sepekan Lebih Blangko KTP di Tanggamus Kosong

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tanggamus mengaku sepekan lebih blangko e-KTP kosong.

Sudah Sepekan Lebih Blangko KTP di Tanggamus Kosong
kompas
Ilustrasi - Sudah Sepekan Lebih Blangko KTP di Tanggamus Kosong 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tanggamus mengaku sepekan lebih blangko e-KTP kosong.

Menurut Kadisdukcapil Tanggamus Syarif Husin, kondisi tersebut sudah dilaporkan sejak awal pekan. Sebab tanda-tanda kehabisan stok blangko sudah terjadi sejak pekan lalu.

"Sekarang pegawai kami sedang mengambil stoknya di pusat, entah mau dapat berapa belum tahu. Jadi perkiraannya pekan depan sudah ada stok blangkonya," kata Syarif.

Ia memperkirakan meski nanti tersedia stok blangko namun belum tentu jumlahnya banyak. Itu didasari pengalaman dua bulan ini yang hanya dijatah untuk 500 e-KTP. Dan bisa habis dalam dua hari saja.

"Jika besok dapatnya hanya sedikit lagi maka penerbitan e-KTP hanya untuk skala prioritas, yaitu yang sudah punya surat keterangan atau yang keperluan sangat penting," ujar Syarif.

Menurutnya itu cara berhemat blangko e-KTP, sebab jika pembuat KTP langsung diberikan e-KTP maka stok bisa langsung habis. Lantaran sekarang ini pembuatan KTP sedang tinggi karena anak muda yang lulus SMA mulai membuat e-KTP.

Artis Yana Julio Akan Meriahkan Pembukaan Bandar Lampung Expo Malam Ini

Syarif menyayangkan kondisi jatah blangko dari pusat sedikit-sedikit dalam masa sekarang ini. Padahal saat ini pembuatan meningkat namun sarananya justru terbatas.

"Di sini termasuk lumayan tidak ribut masyarakatnya, sebab di kabupaten lain sudah banyak yang ribut gara-gara masalah blangko kosong," ujar Syarif.

PSK Online di Lampung Layani 5 Pelanggan Sehari, Pelajar hingga Om-om

Ia mengaku, memang semua daerah mengalami hal yang sama dengan Tanggamus. Selanjutnya tinggal pusat saja bagaimana memberikan solusi, sebab pusat juga tahu dampak pembatasan stok blangko.

Namun menurut Syarif, daerahlah yang terkena imbas paling besar, pertama tidak bisa beri pelayanan maksimal dan kedua harus terus-menerus ke Jakarta untuk minta jatah blangko karena sering habis.

(Tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved