Tribun Tanggamus

Buron Selama 3 Tahun, Akhirnya Pelaku Curanmor Ini Dibekuk Polsek Talang Padang

Anggota Polsek Talang Padang, Polres Tanggamus, menangkap pelaku curanmor yang sudah jadi buronan sejak akhir 2016 lalu.

Buron Selama 3 Tahun, Akhirnya Pelaku Curanmor Ini Dibekuk Polsek Talang Padang
TribunLampung/Tri Yulianto
Anggota Polsek Talang Padang, Polres Tanggamus, menangkap pelaku curanmor yang sudah jadi buronan sejak akhir 2016 lalu. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Anggota Polsek Talang Padang, Polres Tanggamus, menangkap pelaku curanmor yang sudah jadi buronan sejak akhir 2016 lalu.

Menurut Kapolsek Talang Padang Inspektur Satu Khairul Yasin Ariga, pelaku Alpian Syah, merupakan warga Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur.

"Penangkapan dilakukan Sabtu 20 Juli kemarin oleh anggota reskrim dipimpin Kanit Reskrim Ipda Insan Husaini," kata Khairul mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto.

Ia menambahkan, tersangka mencuri motor di jalan Raya Raden Intan no 03 RT 003 RW 005, Pekon Talang Padang, KecamatanTalang Padang.

Dan dilaporkan oleh korbannya Fitria Apriliana dengan nomor laporan LP/349/XII/2016/LPG/TGMS/SEK.TALANG, tanggal 27 Desember 2016.

Tersangka mencuri motor merek Honda Beat warna putih nopol BE 8137 Z yang diparkirkan di teras rumah.

Saat beraksi, tersangka sempat terekam CCTV yang ada di rumah korban.

DPO Selama 2 Tahun, Akhirnya Pihak Keluarga Bantu Polisi Serahkan Buronan Curanmor di Kota Agung

Saat itu tersangka menggunakan kunci letter T untuk merusak kunci kontak.

Hingga sepeda motor korban bisa dinyalakan, setelahnya tersangka kabur ke arah Kota Agung.

Barang bukti yang diamankan, sepeda motor korban berikut STNK dan BPKB yang sempat digadaikan kepada EL, sebesar Rp 2,5 juta.

"Hasil penyidikan ternyata tersangka adalah residivis dan pernah menjalani hukuman di Rutan Kota Agung kasus pencurian sepeda motor juga," kata Khairul.

Ia menambahkan, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

(tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved