Tribun Bandar Lampung

Diduga Dihipnotis, Empat Siswa di Bandar Lampung Kehilangan Ponsel dan Tas

Empat siswa SMP Negeri 23 Bandar Lampung melaporkan kasus dugaan kejahatan modus hipnotis ke Polresta Bandar Lampung.

Pngtree
Ilustrasi hipnotis 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Empat siswa SMP Negeri 23 Bandar Lampung melapor ke Polresta Bandar Lampung. Mereka mengadu telah menjadi korban kejahatan modus hipnotis.

Keempatnya adalah AP, AF, YB, dan MF, semuanya berumur 14 tahun.

Juryati, guru Bimbingan Konseling SMPN 23 yang mendampingi pelaporan, mengungkap awalnya empat siswa tersebut menunggu angkutan umum di halte depan sekolah. Jam menunjukkan sekitar pukul 15.00 WIB sepulang sekolah, Senin (22/7/2019).

"Lagi nunggu, datang laki-laki pakai mobil Toyota Vios. Anak-anak nurut aja pas diajak naik mobil. Kayak dihipnotis gitu," katanya di kantor polresta, Selasa (23/7/2019).

AP, seorang korban, mengaku diajak berkeliling hingga ke Jalan Abdul Kadir, Kecamatan Rajabasa, belakang Mal Robinson.

"Kami nggak sadar disuruh ninggalin tas di mobil dan disuruh ngikutin dia jalan kaki," ujarnya.

Namun, belum sampai mengikuti seluruh kemauan pria tersebut, AP mengaku tersadar. Ia pun menyadarkan tiga rekannya, kemudian lari dari lokasi.

"Dia itu katanya Om-nya kepala sekolah, mau kasih bantuan baju. Saya bingung, nurut aja," kata AP.

Akibat kejadian tersebut, empat siswa ini kehilangan tiga unit ponsel, tas, dan buku pelajaran.

"Kami sudah sepakat sama orangtua korban untuk melaporkan peristiwa ini ke polisi. Ke depan akan kami tingkatkan keamanan di sekolah. Pasang kamera pengawas dan mengimbau orangtua," jelas guru Juryati.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi menyatakan akan mengecek laporan empat korban.

"Kami cek dulu," ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved