Tribun Bandar Lampung

Pencuri Motor Serahkan Diri Diantar Kakek, Paman, dan Tokoh Masyarakat

Seorang tersangka pencuri sepeda motor inisial A menyerahkan diri ke Polresta Bandar Lampung.

Pencuri Motor Serahkan Diri Diantar Kakek, Paman, dan Tokoh Masyarakat
KOMPAS.COM/ABDUL HAQ
Ilustrasi pencurian sepeda motor 

TRIBUNLAMPUNG.CO,ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang tersangka pencuri sepeda motor menyerahkan diri ke Polresta Bandar Lampung. A, inisial tersangka yang masih di bawah umur itu, diantar keluarganya ke kantor polisi, Rabu (24/7/2019).

Ada tiga orang yang mengantar A menyerahkan diri ke polresta. Dua orang di antaranya anggota keluarga, yaitu kakek dan paman A. Seorang lainnya adalah Jamaludin, tokoh masyarakat asal Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

S, paman pelaku, mengungkap keponakannya mengaku kepadanya telah mencuri motor pada Senin (22/7/2019) malam.

"Dia bilang, curi motor di Bandar Lampung dua minggu lalu," katanya.

S melanjutkan keponakannya merasa ketakutan setelah teman yang bersamanya mencuri motor, J, ditangkap aparat kepolisian. Keponakannya lalu kabur ke Tangerang, Banten.

"Dia sempat melarikan diri ke Tangerang. Sampai di Tangerang, dia hubungi saya, mengaku curi motor," beber S. "Terus saya suruh pulang, bicara baik-baik dengan keluarga," imbuhnya.

Setibanya di rumah, keluarga meminta A menyerahkan diri. Setelah dibujuk keluarga, plus tokoh masyarakat, A bersedia menyerahkan diri.

Jamaludin, tokoh masyarakat setempat, menjelaskan dirinya dan keluarga pelaku mengajak A bicara baik-baik.

"Soalnya, kalau petugas kepolisian yang menangkap di lapangan, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah saya ajak bicara, kemarin (Selasa, 23/7/2019) akhirnya dia luluh dan mau menyerahkan diri," terang Jamaludin.

"Karena sama ajaNggak ketangkap minggu ini, bisa jadi minggu depan. Nggak ketangkap bulan ini, bisa jadi bulan depan," sambungnya.

Ikuti Prosedur Hukum

Tersangka curanmor inisial A diantar keluarga dan tokoh masyarakat menyerahkan diri dengan membawa barang bukti. Berupa satu unit sepeda motor merek Honda Supra X tanpa nomor polisi hasil curian.

Jamaludin, tokoh masyarakat yang ikut mengantar A, menyatakan telah meminta pihak keluarga agar mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

"Karena, apapun yang terjadi, semuanya tetap harus dipertanggungjawabkan," katanya. 

(Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)

Penulis: kiki adipratama
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved