Tribun Metro

Terlibat Narkoba, Bekas Polisi Dibekuk Rabu Malam

Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Kota Metro mengamankan SG, warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika.

Terlibat Narkoba, Bekas Polisi Dibekuk Rabu Malam
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
PENANGKAPAN - Kasat Narkoba Polres Metro Ajun Komisaris Fredy Aprisa Putra (tengah) saat memberi keterangan seputar penangkapan eks anggota Polri yang terlibat kasus narkoba pada Rabu malam. 

Terlibat Narkoba, Bekas Polisi Dibekuk Rabu Malam

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Kota Metro mengamankan SG, warga Hadimulyo Barat, Metro Pusat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika.

Kepada awak media, Kasat Narkoba Polres Metro Ajun Komisaris Fredy Aprisa Putra mengatakan, tersangka merupakan mantan anggota Polri. Pihaknya melakukan penangkapan karena pelaku diduga menjual narkoba jenis sabu-sabu.

Polres Metro Tangkap Satu Pelaku Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Ngaku Belajar dari Youtube

"Iya mantan anggota Polri. Kita bekuk saat akan bertransaksi narkoba di Lapangan Hadimulyo Timur, Metro Pusat malam tadi. Nah, apakah yang bersangkutan ini bandar atau bukan, itu yang masih kita dalami," bebernya, Kamis (25/7).

Fredy menjelaskan, saat ditangkap dan dilakukan penggeledahan, dari tangan SG didapat sabu-sabu seberat 2,5 gram. Kemudian saat pengembangan masih ada sabu-sabu paket hemat di kediaman tersangka.

"Intinya lagi kami dalami pelaku ini menjual kepada siapa saja di Kota Metro. Pastinya nanti akan kami kabari lebih lanjut jika ada perkembangan," imbuhnya. Selain SG, pihaknya juga menangkap tersangka lain atas kasus penyalahgunaan narkoba.

Manjakan Pemudik yang Kelelahan, Polres Metro Sediakan Pijat Gratis di Posyan Operasi Ketupat 2019

Fredy mengatakan, selama satu bulan, Sat Narkoba Polres Metro sudah mengungkap 12 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba dengan tersangka sebanyak 20 orang dari target enam kasus.

"Ada beragam tersangka. Baik itu pemakai, pengedar, maupun bandar. Dalam satu bulan kami ditarget menangani enam LP, tapi bulan ini kita berhasil over target," terangnya seraya mengaku sebagian besar penyuplai narkoba di Kota Metro berasal dari luar daerah.

Disebutkannya, dari hasil penyidikan, Kota Metro merupakan transit narkoba dari kabupaten lain. "Rata-rata dari luar daerah. Makanya penyuplai atau bandar narkoba itu dari luar juga," tuntasnya.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved