Tribun Tanggamus

Tanggamus Masuk 60 Kabupaten Stunting di Indonesia

Wakil Bupati Tanggamus AM Syafi'i mengaku Kabupaten Tanggamus masuk 60 kabupaten di Indonesia yang di dalamnya ada masalah stunting.

Tanggamus Masuk 60 Kabupaten Stunting di Indonesia
Tribunlampung.co.id/Tri
Wabup Tanggamus AM Syafi'i beberkan Tanggamus masuk kabupaten lokus stunting di Indonesia dalam rapat bersama penanganan kemiskinan untuk atasi dan cegah stunting 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Wakil Bupati Tanggamus AM Syafi'i mengaku Kabupaten Tanggamus masuk 60 kabupaten di Indonesia yang di dalamnya ada masalah stunting.

Menurut Syafi'i, hal itu berdasarkan keputusan Kementerian Dalam Negeri melalui surat Nqomor 050/840/Bangda tanggal 12 Februari 2018.

"Di dalamnya ditetapkan seribu desa lokus stunting pada 60 kabupaten se-Indonesia di tahun 2019, dan Tanggamus salah satu lokusnya," ujar Syafi'i.

Ia menambahkan ada 10 lokus stunting di Tanggamus, tersebar di 10 pekon, rinciannya, Pekon Tampang Muda, Karang Berak Kecamatan Pematang Sawa. Lalu Pekon Dadisari, Pekon Wonosobo Kec. Wonosobo.

Kemudian Pekon Banjar Manis, Kec Gisting. Pekon Sinar Petir Kec. Bulok. Pekon Umbul Buah Kec Kota Agung Timur. Pekon Rajabasa Kec Bandar Negeri Semuong. Pekon Pardasuka Kec Kota Agung dan Pekon Sirna Galih Kec Ulu Belu.

Kronologi Lengkap Polisi Tembak Polisi, Brigadir RT Bak Kesetanan Berondong Bripka RE

Untuk menangani itu, Pemkab Tanggamus melaksanakan berbagai kegiatan guna menekan stunting. Salah satunya dengan terbitnya SK Bupati Tanggamus nomor B.129/35/03/2019 tentang Tim Koordinasi Intervensi Penurunan Stunting di Tanggamus.

Bupati Dewi Handajani Lepas 206 Calon Jamaah Haji Tanggamus Gelombang Pemberangkatan Pertama

"Lalu terbitnya Perbup nomor 23 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penetapan Prioritas Dana Pekon tahun 2019. Kemudian terlaksananya sosialisasi dan deklarasi penanganan stunting pada rembug stunting lokus 2019," kata Syafi'i.

Menyikapi masalah itu juga maka Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Tanggamus gelar Rapat Kerja Teknis Penanganan Kemiskinan di Hotel 21 Gisting.

Syafi'i membuka rapat tersebut dengan peserta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan dan perusahaan, baik BUMD maupun swasta.

Menurut Kepala Bappelitbang Tanggamus Hendra Wijaya Mega, kondisi stunting disebabkan kemiskinan. Hal itu membuat masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya secara seimbang.

Dan kekurangan gizi yang kronis pada ibu hamil berdampak pada bayi yang dikandungnya. Sebab bayi akan lahir dalam keadaan stunting. Maka kecukupan gizi sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus bangsa.

"Untuk itu kami ajak komitmen semua pihak untuk meningkatkan penanggulangan kemiskinan dalam intervensi penurunan stunting di Kabupaten Tanggamus 2019-2021," kata Hendra.

(Tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved