Universitas Lampung

Rektor Wakili Akademisi Deklarasikan Lampung Sebagai Alternatif Ibu Kota

Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Hasriadi Mat Akin mewakili akademisi Lampung ikut mendeklarasikan Sai Bumi Ruwa Jurai sebagai alternatif ibu k

Rektor Wakili Akademisi Deklarasikan Lampung Sebagai Alternatif Ibu Kota
Ist
Prof Hasriadi Mat Akin menandatangani kajian seluruh Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Lampung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Hasriadi Mat Akin mewakili akademisi Lampung ikut mendeklarasikan Sai Bumi Ruwa Jurai sebagai alternatif ibu kota.

Dukungan itu ditandai dengan penandatanganan kajian seluruh Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Lampung, serta deklarasi DKI Lampung sebagai alternatif ibu kota oleh seluruh elemen masyarakat Lampung.

Penandatanganan berlangsung di UIN Raden Intan, Bandarlampung, Kamis (25/7/2019), dilanjutkan diskusi panel yang dihadiri sejumlah peserta di antaranya perwakilan akademisi, politisi, pers, dan tokoh masyarakat Lampung.

Prof Hasriadi Mat Akin memberikan sambutannya dalam diskusi panel yang dihadiri sejumlah peserta
Prof Hasriadi Mat Akin memberikan sambutannya dalam diskusi panel yang dihadiri sejumlah peserta (Ist)

Perspektif perpindahan ibukota Negara Republik Indonesia berdasarkan Bappenas RI sudah dimulai sejak zaman Bung Karno. Wacana perpindahan ibu kota ini tidak mudah dilakukan karena memiliki dimensi yang sangat luas.

Di dalam rapat terbatas kabinet (29/4/2019), Bappenas hanya mengajukan tiga provinsi yang berada di Pulau Kalimantan sebagai alternatif ibu kota negara.

Rektor Wakili Akademisi Deklarasikan Lampung Sebagai Alternatif Ibu Kota
Rektor Wakili Akademisi Deklarasikan Lampung Sebagai Alternatif Ibu Kota (Ist)

Namun setelah rapat terbatas itu, Presiden RI Ir. Joko Widodo menyampaikan langsung kepada masyarakat melalui media massa terkait keputusan untuk memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia.

Yaitu lokasi IKN yang baru ke luar Pulau Jawa; memberikan alternatif kepada provinsi-provinsi yang ada khususnya di tiga daerah yaitu Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera untuk menjadi calon alternatif IKN; serta mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya terkait lokasi IKN yang baru.

Berdasarkan hasil ratas itu, Pemerintah Provinsi Lampung mendeklarasikan daerahnya sebagai alternatif Ibu kota Negara Republik Indonesia. PTN, PTS, dan elemen masyarakat Lampung turut berupaya memperjuangkan Lampung mewujudkan hal tersebut.

Upaya ini diawali dengan melakukan konsolidasi yang semakin intensif guna merapatkan barisan seluruh Perguruan Tinggi serta seluruh tokoh dan elemen masyarakat se-Provinsi Lampung.

Hasriadi saat itu menyampaikan, Lampung memiliki 82 lembaga pendidikan terdiri dari PTN dan PTS yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Perguruan Tinggi di Lampung berperan penting dalam pengembangan Provinsi Lampung sebagai alternatif Ibu Kota Negara Indonesia.

Peguruan Tinggi sendiri berfungsi sebagai penghasil sumber daya manusia yang profesional. Saat ini di Provinsi Lampung sudah menjadi tujuan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

PTN dan PTS di Provinsi Lampung sangat siap menghasilkan tenaga-tenaga profesional di era revolusi industri 4.0. “Kami sangat siap mengembangkan SDM unggul yang membantu pembangunan Provinsi Lampung,” tutupnya. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved