Universitas Lampung

Unila Mewisuda 897 Orang

Universitas Lampung (Unila) kembali mewisuda 897 mahasiswa periode VI Juli 2019,Para wisudawan terdiri atas 114 orang program magister

Unila Mewisuda 897 Orang
Ist
Unila Mewisuda 897 Orang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Universitas Lampung (Unila) kembali mewisuda 897 mahasiswa periode VI Juli 2019, di GSG Unila, Sabtu (27/7/2019).

Para wisudawan terdiri atas 114 orang program magister, 11 orang program profesi, 686 orang program sarjana, dan 86 orang program diploma.

Dengan demikian hingga periode ini, Unila telah menyumbangkan sumber daya manusia kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia sebanyak 105.851 orang. Mereka sudah berbakti membangun negara dan tersebar di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Unila Mewisuda 897 Orang
Unila Mewisuda 897 Orang (Ist)

Rektor Unila Prof Hasriadi Mat Akin mengatakan, penyelenggaraan wisuda pada hari ini merupakan sebuah upacara yang menandai perubahan status mahasiswa. “Sebelum ini saudara adalah mahasiswa. Tapi mulai hari ini saudara menjadi alumnus program magister, profesi, sarjana, dan ahli madya,” imbuhnya.

“Seiring perubahan status itu, berubah pula tanggung jawab yang akan dipikul. Ketika menjadi mahasiswa, mungkin hanya memikul tanggung jawab akademik. Mulai hari ini, tanggung jawab sosial juga akan melekat di pundak wisudawan,” ujar Prof Hasriadi Mat Akin.

Unila Mewisuda 897 Orang
Unila Mewisuda 897 Orang (Ist)

Dengan predikat alumnus magister, profesi, sarjana, dan ahli madya yang itu tentu diharapkan melekat pula prinsip menjunjung tinggi kebenaran di tengah tanggung jawab sosial.

Secara sederhana, suatu tanggung jawab sosial merupakan sebuah komitmen untuk merespons permasalahan sosial atas dasar kepedulian sosial. Tentu saja, setiap makhluk sosial memiliki tanggung jawab tersebut.

Unila Mewisuda 897 Orang
Unila Mewisuda 897 Orang (Ist)

“Tetapi saudara memiliki tanggung jawab sosial lebih besar. Kalau ipteks yang saudara kuasai tidak dimanifestasikan ke dalam tindakan sosial, maka nilai dari ipteks tersebut menjadi luntur,” pungkasnya.

Ipteks adalah kekuatan intelektual manusia, kekuatan luhur yang diraih oleh manusia. Kekuatan ini akan menjadi bernilai tinggi bila digunakan untuk kepentingan kemanusiaan dan kemaslahatan sosial. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved