UM Metro

Organik, Langkah Kecil tapi Jauh

Kepedulian manusia dalam memilih makanannya, baik dari segi kehalalan maupun kualitas makanan (thoyyiban) yang dikonsumsi, sangat menentukan kondisi

Organik, Langkah Kecil tapi Jauh
Ist
Organik, Langkah Kecil tapi Jauh 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya” (QS. Abasa: 24). Manusia adalah apa yang ia makan.

Kepedulian manusia dalam memilih makanannya, baik dari segi kehalalan maupun kualitas makanan (thoyyiban) yang dikonsumsi, sangat menentukan kondisi kesehatannya. Kehalalan makanan ditentukan oleh proses memperoleh dan jenis makanan yang dimakan sebagaimana telah tersebut dalam beberapa ayat al-Qur’an dan Hadist.

Sedangkan makanan yang thoyyiban terkait dengan nilai gizi dan aspek higienis makanan yang dikonsumsi. Pengertian makanan yang higienis di sini adalah makanan yang tidak mengandung racun atau zat yang membahayakan kesehatan serta kuman penyakit. Begitu pentingnya agar manusia peduli menjaga makanannya sehingga Allah mengulang pesan beberapa kali dalam ayat al-Qur’an (QS 2: 168, 172, 173; QS 5:87, 88) agar manusia mengonsumsi makanan halal, lagi thoyyiban.

Perubahan orientasi kehidupan ke arah yang serba instan pada manusia modern, mendorong revolusi hijau pada dunia pertanian. Sebuah revolusi pada cara bertani yang mengedepankan produksi sebanyak-banyaknya dengan mengesampingkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Jelas, kepentingan ekonomi lebih didahulukan daripada kepentingan ekologi, kesehatan, perlindungan, keadilan. Akibatnya, saat ini sebagian besar tanah pertanian di Indonesia sakit, tak kuasa menanggung beban bahan kimia sintetis yang terus menerus disemprotkan dan ditebarkan ke tanah pertanian. Lebih parah lagi, residu bahan kimia yang digunakan untuk memberantas hama tanaman yang terbawa bersama sayur-mayur, buah-buahan, dan produk pertanian lain mengalir sampai jauh. Mengendap dan terakumulasi dalam tubuh yang mengonsumsinya. Data jenis penyakit yang ditimbulkan oleh zat kimia yang digunakan sebagai pestisida antara lain: kanker (usus, leukimia, tulang, tiroid, hati, dll), parkinson, obesitas, kemandulan, bayi lahir cacat, diabetes, dll.

Namun kini, memasuki abad 21, masyarakat dunia mulai sadar bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian. Orang semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan Back to Nature dan Go Green telah menjadi tren baru yang menandakan telah terbit fajar kesadaran baru dalam pilihan konsumsi pangan manusia. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik yang memiliki filosofi: tidak untuk memaksimalkan hasil, tidak berlebih, tetapi cukup untuk semua makhluk dan berkesinambungan.

Tetapi, di sana ada tantangan maha berat bagi petani khususnya, dan kita semua pada umumnya yaitu: menjauhi budaya instan dan rakus, menjaga ketelatenan dan konsistensi dalam berproses secara berkesinambungan. Sesuai dengan jargon Ekologi: Jika ingin cepat, pergilah sendiri; jika ingin pergi jauh, pergilah bersama. salam organis. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved