Universitas Lampung

Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT

Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) menerima dua perwakilan BAN-PT

Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT
Ist
Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) menerima dua perwakilan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dalam rangka asesmen lapangan, Senin (29/7/2019).

Turut hadir dua asesor BAN-PT yakni Prof. Samsubar Saleh dari Universitas Gadjah Mada dan Prof. Drs. Waridin dari Universitas Diponegoro.

Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT
Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT (Ist)

Dekan FEB Prof. Satria Bangsawan saat sambutan menyampaikan, FEB sebagai fakultas tertua di Universitas Lampung terus berupaya menjadi inspirasi bagi seluruh fakultas. Saat ini, katanya, FEB telah tersertifikat ISO 2001:2015 dan terakreditasi internasional lewat ABEST 21. Kampusnya pun kini telah menerapkan metode pembelajaran dengan sistem Blended Learning.

Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT
Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT (Ist)

Capacity building para tenaga pendidik juga terus ditingkatkan untuk mengupgrade tata pamong, kedisiplinan, inovatif, dan amanah. Selain itu, dengan genapnya 40 tenaga pendidik bergelar doktor yang dimiliki, FEB terus meningkatkan produktivitas jurnal terakreditasi internasional dan publikasi terindeks scopus.

Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT
Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Terima Asesmen BAN-PT (Ist)

“FEB terus memberikan yang terbaik bagi mahasiswa, tendik, dan dosen. Tidak hanya hardskill tetapi juga softskill,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Bujang Rahman menyampaikan, program doktor FEB merupakan program strategis bagi Provinsi Lampung.

Bujang menerangkan, Provinsi Lampung memiliki potensi besar pemasok sejumlah komoditas unggulan. Lampung setidaknya menjadi 30 persen pemasok komoditas di Indonesia seperti jagung, kedelai, kopi, dan lada.

Unila meyakini program ini dapat memberi kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan di Indonesia, khususnya Lampung. “Semua ini tidak terlepas dari posisi Unila yang telah bertransformasi dari teaching university menjadi research university,” kata dia.

Bujang meyakini, jumlah yang proporsional antara mahasiswa S1, S2, dan S3 dalam penerapan riset dan publikasi akan bekorelasi positif terhadap karya-karya inovatif program magister dan doktor.

Prof. Samsubar Saleh berharap kerja sama dari seluruh tim borang dalam klarifikasi berkas visitasi yang disampaikan. “BAN PT tidak akan mencari-cari kekurangan tetapi menginginkan kerja sama dalam klarifikasi borang,” terangnya. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved