UM Metro

Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atelitik Senior

Mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Budiantoro raih medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Master,

Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atelitik Senior
Ist
Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atelitik Senior 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO – Mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Budiantoro raih medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Master, di Stadion Pahoman, Jumat - Sabtu (26-27/7/2019).

Kejuaraan ini di gelar oleh Persatuan Atlet Master Indonesia (PAMI).

Saat dimintai keterangan mengenai hal ini, ia membenarkan bahwa di kejuaraan itu dirinya meraih beberapa medali emas dan perak dari cabang atletik.

Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atelitik Senior
Mahasiswa S2 UM Metro Raih Medali Emas di Kejurnas Atelitik Senior (Ist)

“Kejuaraan Nasional Atletik yang diselenggarakan PAMI (Persatuan Atlet Master Indonesia) ini memang sudah saya siapkan selama enam bulan. Oleh karena Lampung menjadi tuan rumah jadi ditargetkan tiga emas, dan Alhamdulillah target saya bisa tercapai dengan 3 Medali Emas, dan 1 Medali Perak,” ungkapnya.

Budiantoro mengatakan, pada Kejurnas Atletik Master kemarin, dia meraih medali emas dalam kejuaraan Tolak Peluru, Lontar Martil, dan Lempar Cakram, sedangkan dalam Lempar Lembing, dia mendapatkan medali perak.

Terakhir ia juga menjelaskan, keikutsertaannya di Kejurnas Atletik Master atas sepengetahuan Direktur Pascasarjana UM Metro Agus Sutanto dan Wakil Rektor IV sekaligus dosen pengampunya di Program Magister Administrasi Pendidikan Ihsan Dacholfany.

 “Sebelum berangkat Kejurnas, saya sudah izin kepada Pak Ihsan dan Pak Agus,” tukasnya.

Mendengar hal itu, Ihsan Dacholfany terut mengapresiasi capaian prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, Budiantoro sebetulnya sudah berprofesi sebagai guru dan saat ini tengah menempuh studi lanjut di Pascasarjana UM Metro dengan konsentrasi Magister Administrasi Pendidikan. Keahlian yang dimiliki Budi dinilainya sangat baik untuk mendukung profesinya sebagai guru.

“Budiantoro merupakan sosok guru sekaligus mahasiswa yang patut ditiru. Meski ia sudah berprofesi sebagai guru tetap, namun alangkah baiknya guru juga mempunyai keterampilan khusus seperti Budi, sehingga guru tersebut memiliki nilai plus, dan saya kira itu bermanfaat untuk mengembangkan kariernya sendiri maupun lembaga,” ungkap Ihsan kepada Humas UM Metro. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved