Gempa Banten

Satu Warga Meninggal Saat Gempa Banten Akibat Serangan Jantung, Diduga Panik

Seorang warga meninggal akibat serangan jantung saat gempa Banten melanda pada Jumat (2)/7/2019) malam.

Satu Warga Meninggal Saat Gempa Banten Akibat Serangan Jantung, Diduga Panik
KOMPAS.co/Acep Nazmudin
Ilustrasi - Sejumlah rumah di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang rusak akibat gempa Banten yang terjadi Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang warga meninggal akibat serangan jantung saat gempa Banten melanda pada Jumat (2)/7/2019) malam.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, sejauh ini, ada dua orang yang diketahui meninggal akibat gempa Banten.

Namun, para korban tersebut meninggal bukan karena dampak langsung dari gempa.

Menurut Doni Monardo, dua korban meninggal karena faktor lain, yakni kelelahan dan menderita sakit jantung.

"Sejauh ini baru dua orang meninggal dunia. Data dapat di lapangan bukan langsung akibat gempa, tapi karena faktor sakit," kata Doni saat meninjau lokasi gempa di Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (3/8/2019).

Seorang warga meninggal diketahui atas nama Rasinah (48).

Ia merupakan warga Desa Pancangpari, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten.

Rasinah diduga meninggal lantaran panik dan terkena serangan jantung saat gempa mengguncang wilayahnya. 

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Banten: Hasil Analisis Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,9

Sementara untuk korban luka di Provinsi Banten, berdasarkan data BPBD Pandeglang, terdapat dua orang yang merupakan warga Kecamatan Panimbang dan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. 

Gempa Banten bermagnitudo 6,9 mengguncang wilayah barat Pulau Jawa, Provinsi Lampung, dan sampai ke Yogyakarta.

Halaman
1234
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved