Pilkada Bandar Lampung 2020

Pengamat Politik Lampung: Pilkada 2020 Paling Sengit di Bandar Lampung

Pilkada Bandar Lampung merupakan tolok ukur dan barometer pilkada serentak di Lampung pada 2020 mendatang.

Pengamat Politik Lampung: Pilkada 2020 Paling Sengit di Bandar Lampung
Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi Pilkada Bandar Lampung 2020 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pilkada Bandar Lampung merupakan tolok ukur dan barometer pilkada serentak di Lampung pada 2020 mendatang.

Demikian pandangan pengamat politik Lampung yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung Robi Cahyadi Kurniawan.

Seyogianya, jelas Robi, akan muncul banyak figur dalam bursa pencalonan wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung. Hal ini pun sudah terlihat dari beberapa nama yang mulai bergerilya dengan memasang baliho dan banner.

Robi menjelaskan Pilkada Bandar Lampung akan menghadirkan pertarungan paling keras dan sengit dari pilkada serentak di delapan kabupaten/kota di Lampung pada 2020.

Sejauh ini, Robi menyebut ada tiga nama yang paling berpotensi maju sebagai kandidat. Masing-masing Eva Dwiana, M Yusuf Kohar, dan Rycko Menoza.

"Selain itu, ada beberapa nama lain yang berpeluang sebagai kuda hitam. Termasuk jika nanti ada bakal calon dari jalur perseorangan. Dalam Pilkada Bandar Lampung sebelumnya saja ada calon dari jalur perseorangan," kata Robi, Sabtu (3/8/2019).

"Pertarungan sengit akan terjadi karena sudah tidak ada petahana yang kuat. Wali Kota sekarang, Herman HN, tidak bisa maju lagi karena sudah dua periode menjabat (2010-2015 dan 2015-2020)," paparnya.

Walaupun istri Wali Kota Herman HN maju, yaitu Eva Dwiana, menurut Robi, belum tentu juga dominan. Sebab, saat maju dalam pemilihan legislatif di Daerah Pemilihan Bandar Lampung, suaranya juga tidak terlalu besar.

"M Yusuf Kohar, walaupun petahana wakil wali kota, tetapi tidak terlalu dominan seperti Herman HN. Sementara Rycko Menoza bisa menjadi kandidat potensial karena sebagai putra mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP," jelas dosen bergelar doktor ini. (Tribunlampung.co.id/Beni Yulianto)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved