Universitas Lampung

2nd International Conference on Fundamental Rights I-Coffees 2019

Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan konferensi internasional I-Coffees 2019, Senin-Selasa (5-6/8/2019).

2nd International Conference on Fundamental Rights  I-Coffees 2019
Ist
2nd International Conference on Fundamental Rights I-Coffees 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Fakultas Hukum (FH) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan konferensi internasional I-Coffees 2019, Senin-Selasa (5-6/8/2019).

Kegiatan ini merupakan ajang bertemunya para peneliti untuk menumpahkan gagasan, hasil penelitian, dan berbagi pengalaman dalam rangka kemajuan pengetahuan di bidang hukum.

2nd International Conference on Fundamental Rights  I-Coffees 2019
2nd International Conference on Fundamental Rights I-Coffees 2019 (Ist)

Agenda rutin tahunan FH Unila ini merupakan tahun kedua pelaksanaan. Acara akan dihelat di Auditorium Prof. Abdul Kadir Muhammad, tepatnya di Gedung A kampus setempat. Adapun tema yang diangkat pada I-Coffees 2019 ini adalah “Fundamental Rights”.

I-Coffees menghadirkan keynote speaker dari 4 negara yaitu Guy Scoffoni (Prancis), Dr. Ratna Sapari (Belanda), Dr. Petra Mahy (Australia), Bencharat Sae Chua, Ph.D., (Thailand), Prof. Andre Roux (Prancis), serta Agus Triono Ph.D., (Unila-Indonesia).

2nd International Conference on Fundamental Rights  I-Coffees 2019
2nd International Conference on Fundamental Rights I-Coffees 2019 (Ist)

Ketua Pelaksana Dr. Rudi Natamihardja menyatakan, antusiasme peneliti dalam bidang hukum terlihat dengan banyaknya peneliti yang akan hadir pada konferensi ini. Panitia telah memverifikasi semua pendaftar dan hanya pendaftar berkualifikasi dalam bidang sesuai tema yang lulus untuk menjadi peserta I-Coffees tahun ini.

2nd International Conference on Fundamental Rights  I-Coffees 2019
2nd International Conference on Fundamental Rights I-Coffees 2019 (Ist)

Beberapa pilihan panel dalam konferensi internasional ini di antaranya Law and Development, Woman and Children, Ethnic and Religion, Law and Public Policy, Local Government, Business Law and Disruption, Pengayoman Law, Village Development and Communal Rights, dan International Law and Human Rights.

Sekretaris Panitia Dr. Rudy Lukman Hakim mengatakan, tahun ini terdapat 71 proposal makalah yang akan dipresentasikan. Namun hanya 63 di antaranya yang lolos review. Ke-63 makalah tersebut memiliki isu pokok sesuai pilihan panel yang ditetapkan.

Dalam setiap panel akan mendiskusikan tema tersebut secara mendalam dan menelisik hal-hal terbaru yang berkembang baik nasional maupun internasional. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved