Universitas Lampung

Asesor BAN-PT Visitasi Prodi Sumber Daya Akuatik FP Unila

Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) menghadirkan asesor BAN-PT terkait akreditasi program studi (prodi) Sumber Daya Akuatik (SDA)

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Fakultas Pertanian (FP) Universitas Lampung (Unila) menghadirkan asesor BAN-PT terkait akreditasi program studi (prodi) Sumber Daya Akuatik (SDA) Jurusan Perikanan FP Unila, Senin (5/8/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud fakultas untuk membesarkan seluruh prodi-prodi yang ada di fakultas.

Kedatangan asesor disambut Dekan FP Unila Prof. Irwan Sukri Banua di ruang sidang dekan kampus setempat. Dua asesor yakni Prof. Andi Niartiningsih asal Universitas Hasanuddin dan Prof. Dra. Norma Afiati asal Universitas Diponegoro.

Prof. Irwan mengatakan, persiapan untuk visitasi ini sudah disiapkan jauh-jauh hari mulai dari berkas evaluasi diri hingga borang 3A dan 3B yang sudah diunggah 1 April 2019. Dengan upaya maksimal fakultas, Irwan berharap asesor kegiatan ini dapat memberikan arahan continuese improvement pada dosen-dosen prodi SDA dalam rangka visitasi ini.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Bujang Rahman saat memberikan sambutan mengatakan, Provinsi Lampung dengan luas laut melebihi 25.000 M2 dan panjang pantai lebih 1.000 KM tentu sangat potensial untuk mengembangkan bidang pariwisata. Seperti contoh Pantai Tanjung Setia, Pulau Pahawang, dan Pulau Kiluan.

Lampung juga berpotensi mengembangkan ikan air tawar karena banyak terdapat sumber-sumber air tawar di provinsi ini. Menurutnya, di situ lah letak strategis program SDA (Sumber Daya Akuatik).

Selain menciptakan sumber daya manusia yang mengelola potensi pembangunan baik ekonomi maupun pariwisata, bisa juga berkontribusi menghasilkan karya-karya inovatif pada dosen. Dan pada era ini diprioritaskan untuk pembangunan pariwisata kelautan.

Mantan Dekan FKIP Unila ini berharap, para asesor ini bisa memberikan pengalaman, ide segar, dan masukannya dalam pengembangan program studi ini dan fakultas pertanian pada umumnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila Ir. Warsono, Ph.D., menyampaikan, mangrove yang dimiliki Unila pernah mengalami abrasi dan meluluhlantakkan kampung yang ada di Desa Margasari. Melalui LPPM, pemerintah daerah Lampung Timur, dan masyarakat di Desa Margasari bahu membahu merehabilitasi hutan mangrove seluas 1.000 hektare.

Pada kesempatan ini Warsono mengajak para asesor untuk bekerja sama di luar kegiatan mengembangkan mangrove yang dimiliki Universitas Lampung.

Asesor BAN-PT Prof. Dr. Ir. Andi Niartingsih menyampaikan, selain ditugaskan BAN-PT, kedatangan timnya pada visitasi kali ini untuk memvisitasi Program Studi Sumber Daya Akuatik Fakultas Pertanian Unila.

Mengapa perlu divisitasi? Sebab SDA FP layak dan sudah menghasilkan alumni. Ini merupakan pertanda baik bagi prodi ini. Sesuai rambu-rambu yang ada di BAN-PT bahwa SDA FP lolos untuk divisitasi dan timnya ditugasi untuk memotret prodi ini sesuai versi BAN-PT.

“Kami sebagai asesor berharap dapat menyelesaikannya hari ini dan mohon kerja samanya kepada dosen-dosen untuk memberikan informasi yang lebih lengkap terkait program studi ini,” ujar Andi. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved