Universitas Lampung

Groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B FT Unila

Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., kembali membangun sejumlah infrastruktur di fakultas teknik setempat.

Groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B FT Unila
Ist
Groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B FT Unila 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., kembali membangun sejumlah infrastruktur di fakultas teknik (FT) setempat.

Groundbreaking tanda dimulainya pembangunan Gedung B dan lanjutan pembangunan Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Unila ini dilakukan Jumat (2/8/2019).

Groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B FT Unila
Groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B FT Unila (Ist)

Seremoni peletakan batu pertama oleh Rektor turut didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M.Sc., Dekan Fakultas Teknik Prof. Dr. Suharno, M.Sc., Ph.D., serta jajaran pejabat lain.

Prof. Suharno menyampaikan, keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Lampung hari ini sedang berbahagia. Selain menyelenggarakan groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B, kampusnya hari itu menerima SK Rektor untuk Jurusan Teknik Geodesi dan Arsitektur.

Groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B FT Unila
Groundbreaking Gedung Laboratorium Mekanika Tanah dan Gedung B FT Unila (Ist)

“Jadi pembangunan fisik dan akademik kita terima hari ini, makanya kami sungguh sangat berbahagia,” ujar alumni Auckland University, New Zewland ini.

Prof. Suharno juga mengungkapkan, Fakultas Teknik Unila memiliki Program Profesi Insinyur yang telah disetujui Mei lalu. “Alhamdulillah sekarang yang mendaftar sudah 40 mahasiswa,” terangya.

Tim Teknis BPI Unila Kelik Hendro Basuki, S.T., M.T., menambahkan, Gedung B dan lanjutan pembangunan Laboratorium Mekanika Tanah rencananya diselesaikan pada tahun 2020. Pendanaan pembangunan gedung B senilai Rp7 miliar, sedangkan Laboratorium Mekanika Tanah yang sekarang eksistingnya satu lantai membutuhkan sekitar Rp5 miliar untuk tiga lantai.

“Untuk sayap kiri rencananya dua lantai. Untuk tahun depan sayap kanan seluas tiga lantai dan diperkirakan membutuhkan anggaran senilai Rp10 miliar. Sedangkan Laboratorium Mekanika Tanah dianggarkan Rp3,5 miliar. Mudah-mudahan tahun depan selesai pembangunannya,” pungkasnya.

Rektor Unila Prof. Hasriadi mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh pembangunan gedung mangkrak mulai akhir tahun 2018. Dirinya berharap, sarana prasarana ini mampu mendorong seluruh stakeholderUniversitas Lampung untuk berubah.

“Pembangunan sarana prasarana ini bukan tujuan akhir karena kita ingin Unila berkembang sejajar dengan kemajuan dunia,” imbuhnya. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved