Ketegangan Meningkat di Kashmir, Pertemuan dan Demonstrasi Dilarang. 70 Ribu Pasukan Dikirim

"Akan ada larangan penuh terhadap segala bentuk pertemuan publik maupun demonstrasi selama periode perintah itu."

Ketegangan Meningkat di Kashmir, Pertemuan dan Demonstrasi Dilarang. 70 Ribu Pasukan Dikirim
kompas.com
Pasukan paramiliter India berjaga di kawasan Maisuma, Srinagar, pada Minggu (4/8/2019) malam, setelah wilayah itu ditempatkan dalam penguncian.(AFP / TAUSEEF MUSTAFA) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NEW DELHI - Ketegangan semakin meningkat di wilyah Kashmir

Pemerintah India akan menutup smeuya bentuk pertemuan publik maupun aksi unjuk rasa. 

Tidak hanya itu, 70 tentara tambahan pun dikirim.

India menempatkan sebagian besar wilayah Kashmir yang disengketakan dalam penguncian, pada Senin (5/8/2019) pagi, di tengah penumpukan pasukan besar-besaran.

Ketegangan yang meningkat di wilayah India Kashmir dimulai sejak 10 hari terakhir, setelah pemerintah menempatkan sekitar 10.000 tentara ke kota perbatasan.

Namun sebuah sumber keamanan mengatakan kepada AFP, bahwa masih akan ada 70.000 tentara tambahan yang telah dikirim, dalam tingkatan yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya.

"Sesuai dengan perintah, tidak akan ada pergerakan publik dan seluruh lembaga pendidikan juga akan ditutup," demikian pernyataan pemerintah negara bagian yang ditujukan kepada ibu kota India Kashmir, Srinagar, dan daerah di sekitarnya.

"Akan ada larangan penuh terhadap segala bentuk pertemuan publik maupun demonstrasi selama periode perintah itu," lanjut pernyataan tersebut, yang dikutip AFP.

Seluruh universitas, sekolah, dan perguruan tinggi di Jammu, yang didominasi umat Hindu, telah diperintahkan untuk tutup dengan satu distrik di wilayah itu berada di bawah penguncian.

Sejumlah distrik besar lainnya yang ada di negara bagian mayoritas Muslim itu juga ditempatkan di bawah pembatasan, demikian diberitakan media lokal.

Halaman
12
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved