Universitas Lampung

Songsong Era Demokrasi Ilmu Pengetahuan, LP3M Gelar Workshop SPADA

Songsong era demokrasi ilmu pengetahuan, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung (Unila) menggelar Workshop

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Songsong era demokrasi ilmu pengetahuan, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung (Unila) menggelar Workshop SPADA, di Hotel Bukit Randu Bandarlampung, Senin (5/8/2019).

Kegiatan bertajuk “Workshop Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) ini dibuka langsung Rektor Unila Prof. Hasriadi. “Ke depan kita akan masuk pada era demokrasi ilmu pengetahuan,” ungkap Hasriadi saat membuka workshop.

Ia menegaskan, ada empat tahapan yang harus dilalui untuk menciptakan perubahan pada level suatu perguruan tinggi. Level itu dibagi menjadi universitas 1.0 (teaching university) dengan pola pembelajaran terfokus pada dosen sebagai pusat pembelajaran. Ia dicirikan pada pembelajaran kuliah hapalan dan buku ajar.

Selanjutnya level universitas 2.0 (Teaching University), pola pembelajaran terpusat pada peserta didik (Student Centre Learning). Pola belajar yang dilakukan masih berkenaan dengan buku ajar yang mengutamakan pembelajaran aktif mahasiswa.

Guru Besar Fakultas Pertanian Unila ini mengungkapkan, Unila saat ini sudah berada pada posisi universitas 3.0 (research university) yang tengah beranjak menuju university 4.0 (Entrepreneur University). Hal ini dicirikan pada pola pembelajaran Research Development melalui pembelajaran yang diperkaya dengan model riset.

“Tidak ada riset di Universitas Lampung yang meninggalkan pembelajaran riset. Semua harus membangun kelembagaan,” tegasnya.

Merespons hal itu, Ketua Pelaksana Workshop Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Wahyu Eko Sulistiono menjelaskan, workshop ini merupakan agenda strategis Unila dalam menghadapi tantangan pendidikan.

Salah satunya pembelajaran daring. Dikatakannya, Unila melalui LP3M saat ini terus menyempurnakan proses pembelajaran daring dengan memerhatikan kesiapan dosen sebagai fasilitator dalam pembelajaran variatif dan inovatif.

Eko juga menambahkan, untuk mempersiapkan pembelajaran seperti itu, workshopini diisi dengan materi mekanisme membangun e-learning, RPS berbasis SPADA, implementasi SPADA pada vclass yang telah ada sebelumnya, ditambah best practice.

Kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari ini diikuti dosen-dosen muda perwakilan berbagai fakultas di lingkungan Universitas Lampung. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved