Tribun Bandar Lampung

Herman HN Minta TPAKD Kawal Akses Modal Pelaku Usaha Kecil

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN memberi instruksi khusus kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Herman HN Minta TPAKD Kawal Akses Modal Pelaku Usaha Kecil
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
KUKUHKAN TPAKD -¬†Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Bandar Lampung di Gedung Semergou, Selasa (6/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN memberi instruksi khusus kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Ia meminta TPAKD mengawal akses permodalan bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM).

Herman HN menyampaikan instruksi itu saat mengukuhkan TPAKD Bandar Lampung di Gedung Semergou Pemkot Bandar Lampung, Selasa (6/8/2019).

"Saya ingin tim ini berjalan baik. Misalnya masalah permodalan UKM. Jika UKM mengalami kekurangan modal, kita harus jemput bola. Kita cek ke lapangan, bawa (pelaku UKM) ke bank (untuk mengakses permodalan). Sehingga, UKM menjadi lebih maju dan lebih baik lagi," pesan Herman.

Satu di antara beberapa akses modal, ungkap Herman, adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pelaku UKM, jelas dia, bisa mendapatkan modal tanpa jaminan dengan nilai di bawah Rp 25 juta.

"Ini yang mudah, KUR. Di bawah Rp 25 juta kan non-jaminan. Di atas Rp 25 juta juga sudah bisa, tapi harus ada agunan," kata Herman.

"Misal, usahanya sudah besar, kita bina juga. Kalau mau pinjam Rp 100 juta atau Rp 1 miliar, bisa. Yang penting kita lihat usahanya," sambung Herman.

Ia sekali lagi menegaskan TPAKD harus segera turun ke lapangan untuk memantau UKM-UKM. TPAKD bisa bekerja sama dengan lurah dan ketua RT.

"Nah untuk pemasaran produknya, nanti kita sebarkan melalui media online. Sudah saya arahkan tadi. Pokoknya, UKM kita bina dan datangi," kata wali kota dua periode ini.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Lampung Indra Krisna menyebut pelaku UKM bisa saja belum mengerti bagaimana mendapatkan kredit modal. Kalaupun ada yang sudah mengerti, menurut dia, mungkin pelaku UKM tersebut belum mampu memenuhi persyaratan.

"Nah tim ini bekerja di dalamnya. Kalau dia (pelaku UKM) ingin dapat kredit (modal), ya tim menunjukkan ke bank mana. Atau KUR, ke bank mana saja yang menyediakan KUR," ujarnya.

Saat ini, jelas Indra, pelaku UKM di Lampung bisa memperoleh KUR di lima bank. Masing-masing BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan Bank Lampung.

Ia memastikan TPAKD siap memfasilitasi pelaku UKM dengan bank atau lembaga jasa keuangan.

"Tapi, lebih spesifik kepada pelaku usaha mikro," kata Indra.

"Kalau (pelaku usaha) tidak punya kemampuan dalam hal memenuhi persyaratan, semisal tidak punya laporan keuangan, kita bina dan latih melalui OPD (organisasi perangkat daerah) yang ada di tim itu. Kan lengkap. Ada Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM, dan lainnya," papar Indra. 

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved