Lampung Dapat Tempat Tersendiri di KPK

Lampung mendapat tempat tersendiri di Komisi Pemberantasan Korupsi. Kenapa bisa demikian?

Lampung Dapat Tempat Tersendiri di KPK
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
MEDIA BRIEFING -┬áKepala Satgas III Unit Korsupgah KPK Dian Patria memberi pemaparan dalam Media Briefing di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lampung mendapat tempat tersendiri di Komisi Pemberantasan Korupsi. Kenapa bisa demikian?

Semua gara-gara hattrick alias tiga kali terjadi kasus korupsi dan suap dalam waktu sekitar 12 bulan. Masing-masing kasus melibatkan bupati. 

Kepala Satuan Tugas III Unit Koordinasi, Supervisi, dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Dian Patria mengutarakan hal tersebut saat Media Briefing di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Rabu (7/8/2019).

"Di Lampung hattrick. Tidak sampai 12 bulan sudah tiga kasus (bupati terjerat), sehingga Lampung mendapat tempat tersendiri di KPK," ujarnya.

Sebagai catatan, tiga kasus tersebut masing-masing melibatkan Bupati Lampung Tengah Mustafa, Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan, dan terakhir Bupati Mesuji Khamamik. Ketiganya kini nonaktif dan telah terseret ke meja pengadilan.

Dian mengungkap ada banyak pemimpin daerah yang selalu berjanji di hadapan KPK untuk sejalan dengan program KPK. Program itu tak lain adalah mendukung pencegahan dan pemberantasan korupsi di daerah.

"Namun di belakang, selalu saja ada (yang terkena operasi tangkap tangan alias OTT) dan yang hampir (terkena OTT)," katanya.

Untuk perilaku bunglon ini, jelas Dian, komisi antirasuah membutuhkan mata dan telinga di mana-mana.

"Dan juga kami menagih janji para pemimpin daerah," imbuhnya. 

Kolaborasi dan Teknologi

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Untuk itu, pencegahannya juga harus dengan cara luar biasa.

"Bagaimana caranya? Yakni melalui kolaborasi dan teknologi," kata Kepala Satgas III Unit Korsupgah KPK Dian Patria.

Ia menambahkan Satgas Korsupgah KPK hadir untuk memacu dan mendorong instansi pemerintah melakukan pencegahan korupsi.

(Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved