Tribun Bandar Lampung

Semester I 2019, Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung Tumbuh Membaik

Semester I Tahun 2019, industri jasa keuangan di Provinsi Lampung secara umum dalam kondisi stabil dan membaik dengan berbagai indikator.

Semester I 2019, Industri Jasa Keuangan Provinsi Lampung Tumbuh Membaik
Tribunlampung.co.id/Deni
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indra Krisna menjelaskan pemaparan kinerja industri jasa keuangan provinsi Lampung tumbuh membaik di kantor OJK, Rawa Laut, Tanjung Karang Timur, Selasa (6/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Semester I Tahun 2019, industri jasa keuangan di Provinsi Lampung secara umum dalam kondisi stabil dan membaik dengan berbagai indikator.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung Indra Krisna mengatakan, hal tersebut salah satunya tercermin dari aset perbankan Lampung per Juni 2019 yang tercatat sebesar Rp 93,3 triliun, meningkat 7,26 persen dibanding Desember 2018 (year to date) dan 9,37 persen (year on year).

Selanjutnya, total penyaluran kredit perbankan di Provinsi Lampung per Juni 2019 tercatat sebesar Rp 65,98 triliun atau meningkat 2,53 persen dibanding Desember 2018 dan naik 5,14 persen dibanding Juni 2018.

"Ada pergerakan meningkat namun masih cenderung kecil dari target. Target penyaluran kredit sendiri adalah di kisaran 10-12 persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung," paparnya saat Coffee Morning di Kantor OJK Provinsi Lampung, Selasa (6/8/2019).

Perkembangan selanjutnya, kata Indra, terkait dengan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Lampung dimana saat ini ada sebanyak 9 Koperasi LKM di Lampung dengan status berizin penuh.

Salah satu di antaranya adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) dengan branding Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Tegineneng.

Total aset seluruh koperasi LKM di Lampung per April 2019 adalah sebesar Rp 25,2 miliar dengan jumlah pinjaman yang disalurkan sebanyak Rp 17,4 miliar.

Sementara itu, Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Tegineneng yang dilaunching pada November 2018 lalu telah berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp 99.150.000 kepada 100 nasabah pada tahun 2018.

Herman HN: Kawal Modal UKM, Minta Tim Percepatan Akses Keuangan Perlancar Usaha Kecil Menengah

Sedangkan pada 2019 ini (prognosa per Juni 2019) telah berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 130.150.000 kepada 130 nasabah yang terdiri dari 26 Kelompok Usaha Masyarakat Sekitar Pesantren Indonesia (Kumpi)/7 Halaqoh Mingguan (Halmi).

Indra menambahkan, LKM yang berorientasi nonprofit ini hadir untuk memunculkan pelaku-pelaku mikro baru dan menaikkelaskan pelaku mikro ke kelas berikutnya, sehingga OJK juga berharap akan banyak LKM-LKM baru berdiri di Lampung.

Terkait dengan Bank Wakaf Mikro, ini merupakan program pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat bawah mendapatkan pembiayaan tanpa agunan yang keberadaannya hampir semuanya di pesantren-pesantren.

Bank Wakaf Mikro tidak menghimpun dana melainkan hanya menyalurkan pembiayaan dengan tingkat bagi hasil nol persen (tidak ada bunga) sehingga betul-betul membantu masyarakat seputar pesantren/pengajian.

"Di Lampung kita ada satu yaitu Bank Wakaf Mikro di Tegineneng. Ini sudah mulai bergerak tapi memang pembiayaannya belum besar karena setiap individu itu Rp 1 juta. Kita kalau Bank Wakaf Mikro tergantung program pemerintah melalui OJK pusat, nanti kita akan mendorong itu," imbuh dia.

(Tribunlampung.co.id/Ana Puspita Sari)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved