Universitas Lampung

Unila Jadi Sentra Manajemen Penyelamatan di Indonesia

Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kerja Sama dan Layanan Internasional (UPT-PKLI) Universitas Lampung (Unila) selenggarakan Workshop Safety Managemen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kerja Sama dan Layanan Internasional (UPT-PKLI) Universitas Lampung (Unila) selenggarakan Workshop Safety Management, di ruang sidang lantai dua gedung Rektorat kampus setempat, Selasa (6/8/2019).

Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Bujang Rahman saat membuka acara menyampaikan, safety management merupakan salah satu aktivitas pada program Asian Cooperative Program (ACP) di mana Chairman ACP ialah Presiden Kansai University of International Studies (KUIS), Jepang.

ACP yang dirintis sejak 2014 lalu sangat aktif mengadakan konferensi dan sejumlah pelatihan terkait pengembangan program safety management. Sejumlah workshop diselenggarakan di sejumlah kampus yang ada di Indonesia seperti Universitas Lampung, ITB, UGM, dan Universitas Brawijaya.

Dari beberapa universitas yang ikut serta dalam program ini, Bujang mengatakan Unila paling aktif mengirimkan mahasiswanya. Hingga kini program tersebut rutin diikuti oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan FKIP Unila.

Mantan Dekan FKIP Unila ini menilai, program manajemen keselamatan sangat strategis bagi penyelamatan bangsa dan negara terkait bencana alam dan bencana sosial di Provinsi Lampung. Terlebih lagi secara topografi Bumi Ruwa Jurai berpotensi terdampak bencana atau termasuk wilayah rawan bencana.

Karena itulah menurutnya ke depan Unila akan turut berperan menjadi center safety of management atau pusat manajemen keselamatan menghadapi bencana. Unila akan aktif melakukan pelatihan rutin baik untuk kalangan internal hingga mengundang peserta dari luar Kampus Hijau.

“Kita akan rutin menggelar pelatihan di Unila. Kita akan undang peserta dari kampus lain, adakan pelatihan dengan mahasiswa kampus peserta ACP lainnya, melatih guru-guru dari daerah rawan bencana, juga menyiapkan kurikulumnya. Bahkan Unila akan buka program S2 tentang safety management,” pungkas Bujang.

Prof. Cipta Ginting selaku kepala UPT PKLI sekaligus penyelenggara kegiatan menyampaikan, sejumlah permasalahan melatarbelakangi diadakannya pelatihan ini. Selain masih rendahnya kesadaran masyarakat akan keselamatan, di Indonesia kerap terjadi natural and man-made disaster yang dapat menangguhkan perkembangan berkelanjutan di negara ini.

Program pendidikan bermuatan safety secara umum yang juga belum memadai menjadi persoalan lain saat ini. Oleh karena itu pelatihan ini digelar dengan tujuan menjadikan peserta sebagai agen perubahan terhadap manajemen keselamatan bencana.

“Juga menghindarkan terjadinya kecelakaan pada lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja,” kata Cipta.

Selain dihadiri jajaran pimpinan di lingkungan Universitas Lampung, panitia menghadirkan perwakilan Basarnas Lampung Hendra Wahyu Putra sebagai narasumber pelatihan Safety Management hari itu. Pelatihan diawali dengan diseminasi mengenai program keselamatan ketika terjadi bencana, seperti kebakaran dalam gedung. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved