Tribun Bandar Lampung

Warga di 2 Kelurahan Kesulitan Air Bersih

Warga di dua kelurahan berbeda kecamatan di Bandar Lampung kesulitan air bersih.

Warga di 2 Kelurahan Kesulitan Air Bersih
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
AMBIL AIR BERSIH - Warga Lingkungan I dan II, Kelurahan Sukamenanti, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, mengambil air bersih dari sumur bor umum hasil swadaya, Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Warga di dua kelurahan berbeda kecamatan di Bandar Lampung kesulitan air bersih. Mereka harus antre mengambil air di sumur bor umum hasil swadaya warga.

Pantauan Tribun Lampung, Rabu (7/8/2019), puluhan warga di Lingkungan I dan II, Kelurahan Sukamenanti, Kecamatan Kedaton, merasakan sulitnya mendapatkan air bersih.

"Air nggak bakal naik (memompa dari sumur bor). Ngebor lagi juga nggak ada airnya. Ya kekeringan. Harus ngangsu (ambil) dari sumur bor umum di lingkungan sini," tutur Dela (27), warga RT 4, Lingkungan I.

Menurut Dela, kondisi sulitnya memperoleh air bersih sudah sekitar dua bulan terakhir. Solusinya, jelas dia, warga antre mengambil air di sumur bor umum.

Dela biasa mengambil air di sumur bor umum dua hari sekali dengan membawa 10 jeriken besar. Itu untuk memenuhi satu drum besar di rumah.

"Harus ambil air ke bawah pakai motor dan antre. Susah kalau pas nggak ada laki-laki di rumah. Air 10 jeriken itu biasanya untuk kebutuhan dua hari. Kalau habis, ambil lagi," katanya.

Dengan kondisi kekeringan, Dela kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari mandi, memasak, mencuci, dan lainnya.

"Warga di sini sangat membutuhkan bantuan air bersih, baik dari pemerintah ataupun pihak lainnya," ujar Dela.

Hermawan (27), warga lainnya, membenarkan sudah dua bulan ini sulit memperoleh air bersih.

"Sejak SMP sudah sering ngambil air ke sumur yang ada di pinggir kali kalau kemarau," kata Hermawan.

Halaman
1234
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved