Keluar Gedung KPK, Simon Susilo Pemilik Hotel Sheraton Lampung Kenakan Rompi Oranye

Keluar Gedung KPK, Simon Susilo Pemilik Hotel Sheraton Lampung Kenakan Rompi Oranye

Keluar Gedung KPK, Simon Susilo Pemilik Hotel Sheraton Lampung Kenakan Rompi Oranye
tribunnews.com
Keluar Gedung KPK, Simon Susilo Pemilik Hotel Sheraton Lampung Kenakan Rompi Oranye 

Keluar Gedung KPK, Simon Susilo Pemilik Hotel Sheraton Lampung Kenakan Rompi Oranye

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pemilik Hotel Sheraton Lampung Simon Susilo, akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Simon Susilo merupakan tersangka suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

Begitu keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Simon yang sudah mengenakan rompi oranye serta tangan terborgol tidak berkomentar apa-apa.

Dengan segera ia langsung menumpangi mobil tahanan KPK.

Tersangka kasus kasus pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018 masuk ke mobil tahanan menuju Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Senin (5/8/2019).
Tersangka kasus kasus pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018 masuk ke mobil tahanan menuju Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur, Senin (5/8/2019). (KOMPAS.com)

"SSU (Simon Susilo) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada pewarta, Senin (5/8/2019).

Pada perkara ini, penyidik KPK juga pernah memeriksa Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim alias Nunik dan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, sebagai saksi untuk Simon.

Jadi Saksi Mustafa, Begini Ekspresi Diam Wagub Lampung Nunik Setelah Diperiksa KPK

Diperiksa KPK Terkait Suap Mustafa, Gunadi Ibrahim: Kalau Gua Bener Diperiksa Kenapa?

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim Diperiksa KPK, Soal Pengumpulan Uang oleh Mustafa

Kasus ini sejatinya sudah memenjarakan banyak pihak. Selain Simon Susilo yang juga pemilik PT Purna Arena Yudha dan Pemilik PT Sorento Nusntara Budi Winarto, penyidik KPK juga telah menjerat Bupati Mustafa.

Selain itu, lembaga antirasuah juga menetapkan empat orang dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Lampung Tengah sebagai tersangka.

Keempatnya diduga secara bersama-sama menerima suap atas persetujuan pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp 300 miliar, untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Lampung Tengah.

Dilansir dari tribunlampung dalam kasus ini, KPK sebelumnya menetapkan Simon bersama Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto sebagai tersangka.

Halaman
12
Penulis: Romi Rinando
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved