Tribun Tulangbawang

Puluhan Hektare Sawah di Penawar Tama Kekeringan

Musim kemarau yang terjadi sejak dua bulan terakhir mulai mengancam sawah petani di Tulangbawang.

Puluhan Hektare Sawah di Penawar Tama Kekeringan
Tribun Lampung/Endra Zulkarnain
TRIBUN LAMPUNG/ENDRA ZULKARNAIN KERING - Sanjio, petani asal Kampung Dwi Mulyo Kecamatan Penawar Tama, menunjukan areal sawahnya yang kering, Kamis (8/8) 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Musim kemarau yang terjadi sejak dua bulan terakhir mulai mengancam sawah petani di Tulangbawang.

Tidak sedikit areal persawahan yang dilanda kekeringan akibat datangnya musim kemarau.

Di Kampung Dwi Mulyo, Kecamatan Penawar Tama, kekeringan sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.

BPBD Rilis Rincian Pekon Rawan Kekeringan di Pringsewu

Akibatnya, padi yang telah ditanam petani setempat terancam gagal panen.

Rata-rata, padi milik petani di Kampung Dwi Mulyo telah berusia dua sampai tiga bulan.

"Kami berharap ada bantuanpemerintah, karena sawah kami rata-rata hanya mengandalkan air hujan dan aliran dari sungai kecil yang saat ini mengering," kata Sanijo (53), petani asal Kampung Dwi Mulyo Kecamatan Penawar Tama, Kamis (8/8).

Bantuan seperti embung penampung air dan sumur bor sangat diharapkan.

Sanijo menjelaskan, bukan hanya sawah miliknya yang mengalami kekeringan, namun juga puluhan hektare sawah milik petani lainnya di Kampung Dwi Mulyo.

"Rata-rata warga di kampung kami petani semua yang sawahnya kering," ungkapnya.

Kemarau Panjang, Puluhan Hektare Sawah di Ketapang Terancam Gagal Panen

Akibat kekeringan ini, puluhan hektare sawah milik petani di Kampung Dwi Mulyo terancam gagal panen karena rusaknya batang padi yang tidak mendapatkan pasokan air.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Tulangbawang Sumarno membenarkan hal tersebut.

Distan juga telah mendapatkan laporan dari aparatur kampung terkait permasalahan petani di Kampung Dwi Mulyo.

"Itu memang sawah tadah hujan di dekat perkebunan sawit. Petugas kami sudah kroscek dan memang tidak ada sumber air," jelas Sumarno.

Distan Tuba sejauh ini masih menunggu laporan lengkap dari petugas yang melakukan kroscek di lapangan terkait penanganan permasalahan yang dialami petani di Kampung Dwi Mulyo, Kecamatan Penawar Tama. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved