Sniper Gagal Tembak Presiden Soekarno yang Sedang Salat Idul Adha, Pandangannya Mendadak Kabur

Sniper Gagal Tembak Presiden Soekarno yang Sedang Salat Idul Adha, Pandangan Mendadak Kabur.

Sniper Gagal Tembak Presiden Soekarno yang Sedang Salat Idul Adha, Pandangannya Mendadak Kabur
Surya/Ist
Presiden Soekarno salat 

Hal ini terlihat mustahil lantaran Sanusi merupakan penembak jitu alias sniper andalan DI/NII.

"Jalan kematian memang bukan kuasa manusia," tulis buku itu.

Namun, berdasarkan pengakuan Sanusi, pandangannya mendadak kabur saat akan menembak.

Sarat Makna Bersandi Ketuhanan, Masjid Istiqlal Terbesar di Asia Tenggara yang Dibangun Era Soekarno

Yang dilihatnya adalah bayang-bayang sosok Soekarno yang bergeser-geser, dari satu posisi ke posisi lain.

"Karena itulah, tembakannya pun menjadi ngawur," tambah buku tersebut.

Dalam sidang, Sanusi Firkat alias Usfik, Kamil alias Harun, Djajapermana alias Hidajat, Napdi alias Hamdan, Abudin alias Hambali, dan Mardjuk bin Ahmad Dijatuhi hukuman mati.

Selain menangkap mereka, pemerintah saat itu juga berhasil menangkap Kartosoewiryo.

Kartosoewiryo ditangkap tentara Siliwangi saat bersembunyi di dalam gubuk yang ada di Gunung Rakutak, Jawa Bara,4 Juni 1962.

Vonis mati dijatuhkan kepada Kartosoewiryo.

Soekarno menolak grasi mantan sahabatnya itu, sehingga Kartosoewiryo pun tetap dieksekusi mati.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved