Tribun Lampung Tengah

BPS Potret Kondisi Ketenagakerjaan 2019 di Lampung Tengah

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Tengah menerjunkan 56 petugas lapangan mulai Kamis (8/8/2019).

BPS Potret Kondisi Ketenagakerjaan 2019 di Lampung Tengah
Istimewa
WAWANCARAI RESPONDEN - Petugas lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Tengah mewawancarai responden dalam proses pengumpulan data ketenagakerjaan 2019 di Lampung Tengah, Kamis (8/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Tengah menerjunkan 56 petugas lapangan mulai Kamis (8/8/2019). Mereka bertugas mengumpulkan data ketenagakerjaan 2019.

Kepala BPS Lampung Tengah M Sholihin mengungkapkan pengumpulan data ketenagakerjaan ini bagian dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Kegiatan akan berakhir pada 20 Agustus nanti.

"Para petugas lapangan telah dilatih selama tiga hari. Latihan memahami dan menyamakan persepsi mengenai konsep, definisi, serta SOP (standar operasional prosedur) yang harus dijalankan selama pengumpulan data," terangnya melalui rilis, Kamis (8/8/2019).

Pengumpulan data menyasar responden sebanyak 800 orang. Para responden terpilih secara acak dengan metodologi statistik di 28 kecamatan dan 314 kampung/kelurahan di Lamteng.

Sholihin menjelaskan Sakernas akan memberi gambaran mengenai kondisi ketenagakerjaan di Lamteng.

"Data Sakernas merupakan data strategis untuk mengukur tingkat pengangguran. Juga menjadi indikator keberhasilan program RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) maupun RPJMD (Jangka Menengah Daerah). Hasilnya sangat bermanfaat untuk pengambilan keputusan dalam berbagai kebijakan di bidang ketenagakerjaan," paparnya.

Sholihin mencontohkan data yang akan terungkap, seperti jenis lapangan usaha apa saja yang banyak menyerap tenaga kerja di Lamteng.

"Data Sakernas bisa juga melihat bagaimana peningkatan kesejahteraan penduduk. Keterlibatan mereka, bekerja di sektor formal ataukah nonformal?" katanya. "Dan masih banyak informasi strategis lainnya dari Sakernas."

Sholihin menjelaskan konsep survei Sakernas 2019 mengacu pada rekomendasi Perserikatan Bangsa Bangsa melalui Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO/International Labour of Organization).

"Data yang dihasilkan nantinya bisa dibandingkan dengan data di negara-negara lain," ujarnya.

Melalui Sakernas pula, imbuh Sholihin, terdapat penyempurnaan kuisioner untuk menangkap fenomena pekerja berbasis dalam jaringan (online). Serta, program padat karya yang berasal dari dana desa.

"Pada 2019, Sakernas menyempurnakan konsep status pekerjaan yang diadopsi dari ICLS 20 (20 th International Conference of Labour Statisticians). Serta, penambahan pertanyaan untuk menangkap fenomena ekonomi digital yang terus berkembang pesat di Lampung, termasuk Lamteng. Seperti perdagangan online, transportasi online, dan bisnis online lainnya," tutup Sholihin.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved