TRIBUNWIKI: Sepeda Motor Royal Enfield Classic dan Nuansa Sejarah Perang

Royal Enfield WD 125 yang lahir pada 1940'an. Royal Enfield WD 125 punya sebutan khusus yaitu Flying Flea atau jika diterjemahkan adalah Kutu Terbang

TRIBUNWIKI: Sepeda Motor Royal Enfield Classic dan Nuansa Sejarah Perang
Istimewa
Anggota KPU Lampung Erwan Bustami dengan Royal Enfield dalam sebuah pameran di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pecinta motor tentu tahu dengan sepeda motor spesial (collectible item) Royal Enfield Classic 500 Pegasus.

Di Lampung salah seorang yang memiliki tunggangan ini adalah anggota KPU Lampung M Tio Aliansyah

Motor ikonik yang dibuat sebagai penghormatan untuk Royal Enfield WD 125 yang lahir pada 1940-an.

Royal Enfield WD 125 punya sebutan khusus yaitu Flying Flea atau jika diterjemahkan adalah ‘Kutu Terbang.’

Nama itu diberikan sebab motor ini digunakan oleh pasukan terjun payung Inggris di Perang Dunia II.

Royal Enfield Classic 500 Pegasus (Oni Faristiwa) Balik ke Royal Enfield Classic 500 Pegasus merupakan motor limited edition yang hanya dibuat 1.000 unit.

Pasar India mendapat jatah paling banyak 250 unit, sisanya tersebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Indonesia mendapat jatah 30 unit, sehingga pemiliknya merupakan ''orang beruntung'' punya RE edisi langka.

Motor ini punya dua pilihan warna, service brown yaitu warna seragam tentara Inggris Perang Dunia II dan olive drab green.

Apa yang spesial? Jika ada jenama yang pintar mengangkat sejarahnya sendiri maka itu adalah Royal Enfield.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved