Universitas Lampung

Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019

ementerian Riset, Teknologi, dan Pendidik Tinggi (Kemenristekdikti) mengevaluasi pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)

Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019
Ist
Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UNILA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidik Tinggi (Kemenristekdikti) mengevaluasi pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Universitas Lampung (Unila) tahun 2019, Jumat (9/8/2019).

Acara yang berpusat di ruang sidang lantai 2 Rektorat Unila ini menghadirkan Kepala Biro Perencanaan Kemenristekdikti Erry Ricardo Nursal dan tim, Wakil Rektor Bidang PK-TIK Unila Prof. Mahatma Kufepaksi, Kepala BPHM Unila Harsono Sucipto serta tim SAKIP di kampus setempat.

Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019
Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019 (Ist)

Pembahasan materi menitikberatkan pada paparan evaluasi implementasi SAKIP PTN/LLDikti tahun 2019 serta verifikasi hasil evaluasi mandiri atas implementasi akuntabilitas kinerja di PTN/LLDikti tahun 2019 melalui sistem akuntabilitas dan pelaporan (SIAkunlap).

Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019
Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019 (Ist)

Erry saat memulai paparan menerangkan, Kemenristekdikti pada tahun 2018 meraih nilai 73,05 dengan kualitas nilai BB atau interpretasi sangat baik, berdasarkan pemeringkatan Kemenpan RB. Jika sebelumnya hanya di kementerian, kini penilaian SAKIP mulai masuk ke PTN dan LLDikti yang ada di daerah.

Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019
Kemenristekdikti Evaluasi Implementasi SAKIP Unila 2019 (Ist)

“Maka kita harus bersama-sama membangun SAKIP karena sistem ini sangat penting mengingat anggaran pemerintah yang digunakan harus selalu dilaporkan pertanggungjawabannya. Harapannya 2019 bisa lebih baik lagi nilainya,” ujarnya.

Menurut Erry, evaluasi akuntabilitas kinerja (Akin) sendiri dimulai dari sistem sebesar 80 persen dan 20 persen capaian kinerja. Komponen penilaian evaluasi akuntabilitas kinerja antara lain dimulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan kinerja, evaluasi internal, hingga capaian kinerja. Item-item tersebut akan dinilai dalam rangka perkembangan pertanggungjawaban SAKIP.

“Kita berharap Unila terus melakukan monitoring untuk memantau capaian dan memenuhi target kinerja. Saat ini kemenristekdikti tengah mengembangkan sejumlah sistem agar SAKIP yang ada di PTN dan LLDikti dapat dinilai dan diukur,” paparnya.

Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan, lanjutnya, di antaranya mereview kembali Renstra agar selaras, menjabarkan perjanjian kinerja, memanfaatkan IKU, merumuskan rencana aksi, menyampaikan laporan kinerja, hingga memanfaatkan informasi kinerja pada laporan kinerja.

Usai pemaparan biro perencanaan kemenristekdikti, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi “Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Unila” oleh Prof. Mahatma Kufepaksi, M.Sc., yang dimoderatori Kabiro BPHM. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved