Penduduknya Mayoritas Muslim, Di Daerah Ini Warganya Kesulitan Rayakan Idul Adha

Dia mengaku ingin membeli seharga 9.000 rupee, sekitar Rp 1,8 juta. Harga yang ditawarkan sangat tinggi karena mereka mempertaruhkan nyawa.

Penduduknya Mayoritas Muslim, Di Daerah Ini Warganya Kesulitan Rayakan Idul Adha
kompas.com
Para pedagang hewan kurban menunggu calon pembeli di Srinagar pada 11 Agustus 2019. Persiapan perayaan Idul Adha itu bertepatan dengan kebijakan pemerintah India untuk mencabut status otonomi Kashmir dan memberlakukan pengawasan ketat.(AFP/SAJJAD HUSSAIN) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SRINAGAR - Di tengah sukacita warga muslim di tanah air, berkurban sapi, domba atau kambing pada perayaan Idul Adha kali ini, pemandangan berbeda di Kashmir. 

Daerah yang sebagian penduduknya mayoritas muslim ini kecewa karena tidak bisa berkurban.

Belakangan Kashmir memang sedang dalam keadaan mencekam.

India yang disokong pasukan paramiliter mengawasi secara ketat dan mencegah orang berkumpul dalam jumlah besar.

Bashir Ahmad salah satu contohnya.

Ia menempuh risiko demi menghormati tradisi Idul Adha dengan berusaha membeli hewan kurban di tengah situasi panas di Kashmir.

Namun, meski sudah melewati barikade kawat berduri dan berkendara hingga 20 km dari Srinagar, Ahmad mengaku tak bisa menemukan ATM atau bank untuk mengambil uang.

Kepada AFP Minggu (11/8/2019), pengusaha itu menceritakan pada Idul Adha tahun lalu, dia membeli lima ekor domba sebagai hewan kurban.

Namun tahun ini, tidak bisa.

Usai Unjuk Rasa Sebabnya, bank maupun ATM yang dia jumpai kehabisan uang.

Halaman
1234
Penulis: Beni Yulianto
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved