Tribun Lampung Utara

Polres Lampung Utara Gelar Patroli Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono mengimbau masyarakat di wilayah hukum Polres setempat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Polres Lampung Utara  Gelar Patroli Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan
ist
Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono mengimbau masyarakat di wilayah hukum Polres setempat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono mengimbau masyarakat di wilayah hukum Polres setempat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Pasalnya, saat ini puncak musim kemarau memudahkan api cepat merambat.

"Kewaspadaan harus lebih ditingkatkan, apalagi bulan Agustus ini merupakan puncak musim kemarau".

"Saya minta kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di hutan dan lahan, agar tidak melakukan aktivitas pembakaran," katanya, Selasa (13/8/2019).

Budiman menambahkan, pihaknya juga melaksanakan patroli dan sosialisasi tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Polres Lampung Utara Kurban 5 Ekor Sapi di Idul Adha 2019

“Patroli pencegahan dan penanggulangan serta imbauan kebakaran hutan dan lahan akan terus dilaksanakan guna mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Lampung Utara," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, ada sanksi hukum bagi masyarakat yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Itu merujuk tiga undang-undang yang mengatur terkait Karhutla.

Pertama, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Adapun, pada Pasal 78 ayat (4) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dan denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.

Personel Polres Lampung Utara Berbaur dengan Masyarakat Salat Idul Adha 2019

Kedua, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup.

Pada Pasal 108 disebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal kurungan tiga tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

Ketiga, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Pasal 108 Jo 56 ayat (1) menyebutkan, seseorang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. (*)

Penulis: anung bayuardi
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved