Tribun Lampung Selatan

Waduh, 20 Hewan Kurban yang Dipotong di Lampung Selatan Terindikasi Penyakit Cacing Hati

Sebanyak 20 ekor hewan kurban di Kabupaten Lampung Selatan yang dipotong selama 2 hari ini terindikasi terkena penyakit cacing hati (fasciloala).

Waduh, 20 Hewan Kurban yang Dipotong di Lampung Selatan Terindikasi Penyakit Cacing Hati
Tribunlampung.co.id
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan drh. Arsyad 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Sebanyak 20 ekor hewan kurban di Kabupaten Lampung Selatan yang dipotong selama 2 hari ini terindikasi terkena penyakit cacing hati (fasciloala).

Hal ini diketahui setelah tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lampung Selatan melakukan pemeriksaan post mortem (pasca penyembelihan) hewan kurban Idul Adha 1440 H.

“Ada 20 ekor hewan kurban yang didapati penyakit cacing hati. Untuk yang ada penyakit cacing hatinya ini, hatinya kita minta untuk dibuang. Tidak ikut dibagikan sebagai daging kurban,” terang Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, Arsyad kepada Tribun, Selasa (13/8/2019).

Hewan Kurban Sudah Siap Disembelih, Ditunda Karena Tukang Jagal Jatuh dan Wafat di Dekat Sapi

Menurutnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menerjunkan tim untuk melakukan pemeriksaan post mortem hewan kurban yang telah disembelih.

Pemeriksaan ini untuk memastikan tidak adanya penyakit tertentu pada organ bagian dalam hewan kurban yang bisa menular atau berdampak pada kesehatan manusia.

Ia mengatakan, pada Idul Adha 1440 H tahun ini, jumlah pemotongan hewan kurban di Lampung Selatan untuk sapi mencapai 1.414 ekor.

Sedangkan untuk hewan kambing/domba sebanyak 5.699 ekor.

“Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 lalu. Dimana pada tahun lalu untuk sapi sebanyak 1.300 ekor dan kambing/domba sebanyak 5.500 ekor,” ujar Arsyad.

Ia menambahkan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan pun telah meminta kepada masyarakat untuk bisa membeli hewan kurban yang telah memiliki kartu hasil pemeriksaan kesehatan hewan dari petugas.

“Meski kita juga telah melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum disembelih). Tetapi untuk pemeriksaan post mortem tetap kita lakukan. Karena untuk pemeriksaan organ dalam hewan, hanya bisa dilakukan setelah penyebelihan. Untuk ante mortem untuk memastikan hewan tidak terkena penyakit gigi dan kuku serta memastika hewan sudah layak secara umur dan ukuran,” kata Arsyad.

(tribunlampung/dedi sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved