Tribun Bandar Lampung

Merasa Nama Baiknya Dicemarkan Seorang, Anggota Legislatif Terpilih Ini Mengadu ke Polda Lampung

Merasa nama baiknya dicemarkan melalui jejaring sosial Whatsapp, seorang anggota legeslatif terpilih mengadukan ke Polda Lampung.

Merasa Nama Baiknya Dicemarkan Seorang, Anggota Legislatif Terpilih Ini Mengadu ke Polda Lampung
Istimewa
Gindha Ansori Wayka 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Merasa nama baiknya dicemarkan melalui jejaring sosial Whatsapp, seorang anggota legeslatif terpilih mengadukan ke Polda Lampung.

Adapun, anggota legislatif terpilih ini berinisial IN dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan Dapil 2.

Anggota dewan yang juga warga Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu ini pun mengadukan hal ini lantaran pesan berantai yang menyebutkan "Di duga selingkuhi istri orang, oknum angggota dewan terpilih bakal terkena PAW".

IN malalui Kuasa Hukumnya Gindha Ansori Wayka, mengatakan melaporkan pihak-pihak yang telah melakukan Pencemaran Nama Baik melalui Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik.

"Sudah kami laporkan ke Polda Lampung hari ini, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B-1157/VIII/2019/SPKT Tanggal 14 Agustus 2019," ujarnya, Rabu 14 Agustus 2019.

Lanjutnya, akibat pesan berantai ini kliennya merasa dirugikan, bahkan disebutkan kliennya bakal terganjal batal dilantik dan terancam terkena Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh partai pengusungnya akibat perbuatan tidak seronoh (selingkuhi Istri orang yang berinisial (IK) notabene istri sah dari suaminya yang berinisial (AT) warga Pringsewu.

"Berita yang tersebar di tengah masyarakat telah merugikan klien kami. Klien kami merasa dihakimi dengan adanya pemberitaan yang tidak ada dasar sama sekali karena sampai saat ini tidak ada laporan di kepolisian di manapun terkait perbuatan yang dituduhkan kepada klien kami," jelas Ginda.

Bahkan parahnya, lanjut Ginda, kliennya dicoba diperas melalui kabar yang tersebar di pesan singkat ini.

"Akibat tersebarnya berita ini telah menimbulkan keresahan di rumah tangga dan keluarga Klien kami, di tengah masyarakat dan di Partai tempat Klien Kami mengabdi. Diduga ada pihak yang mencoba untuk memeras Klien kami dalam peristiwa ini," tandasnya.

(tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved