Breaking News:

Tribun Lampung Selatan

Siasati Kemarau Panjang, Petani Padi Lampung Selatan Pilih Tanam Semangka

Petani padi di Kecamatan Sragi Lampung Selatan memilih tidak menanam padi pada musim kemarau tahun ini.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: martin tobing
Tribun Lampung/Dedi
Puluhan hektare sawah di wilayah Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan terancam kekeringan akibat kemarau panjang. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Petani padi di Kecamatan Sragi Lampung Selatan memilih tidak menanam padi pada musim kemarau tahun ini.

Petani setempat memilih alternatif tanaman lain yaitu menanam bibit semangka

Gondo, petani Desa Sukapura, Kecamatan Sragi mengatakan, menanam padi musim kemarau berisiko gagal panen. Pasalnya, minim pasokan air di irigasi.

“Tanaman semangka tidak terlalu banyak butuh air seperti tanaman padi. Kalau semangka kan terpenting rajin disiram saja kalau kemarau seperti saat ini, kebutuhan airnya tidak sebanyak padi,” urainya, Rabu (14/8/2019).

Yusuf, petani lainnya menambahkan, masih ada petani di Kecamatan Sragi menanam padi mengandalkan aliran sungai Way Sekampung. Air sungai itu disedot menggunakan mesin pompa air untuk dialirkan ke sawah.

“Hanya saja terkadang ketika pasang laut, biasanya air asin naik dan menjadikan air sungai payau. Ini juga tidak baik untuk tanaman padi,” terangnya.

Selama Tahun 2019, Telah Terjadi 31 Kasus Kebakaran di Lampung Selatan. Terbanyak karena Korsleting

Air sungai Way Sekampung yang bermuara ke laut kerap kali payau sepekan terakhir. Itu karena kondisi pasang membuat air laut justru naik.

Di Kecamatan Sidomulyo, Candipuro, Way Panji, dan Way Sulan, para petani kini khawatir menghadapi musim kemarau.

“Ini kalau sampai akhir bulan nanti tidak hujan, bisa-bisa kita mengalami puso (gagal panen),” terang Agus petani asal Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved