Tribun Bandar Lampung

BREAKING NEWS - Kemenkumham Komentari Pernyataan Jefri Susandi, 'Jika Memang Benar, Dibuktikan Saja'

Pihak Kemenkumham Provinsi Lampung mempersilahkan kepada pihak BNN untuk dapat membuktikan kebenaran terkait pengakuan tersangka Jefri Susandi (41).

BREAKING NEWS - Kemenkumham Komentari Pernyataan Jefri Susandi, 'Jika Memang Benar, Dibuktikan Saja'
Tribun Lampung/Deni Saputra
BNNP Lampung menghadirkan empat tersangka pengedar dan bandar sabu, Kamis, 15 Agustus 2019. Mereka adalah (ki-ka) Zawil Qiram, Silman, Ade Irawan, dan Jefri Susandi. 

"Kan gak cuman petugas saja tapi juga warga binaan pemasyarakatan (WBP) narapidana," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bos Angkot Jefri Susandi (41) mengaku baru jalani bisnis haramnya selama tiga tahun ini.

"Saya baru jalani tiga tahun, sejak 2016," ungkapnya, Kamis 15 Agustus 2019.

Jefri pun mengaku sebagai residivis dalam perkara serupa.

"Pernah masuk di Wayhuwi, vonis 6 tahun, keluar 2014," terangnya. Jefri pun mengakui jika anaknya disekolahkan di Pondok Pesantren di Pandeglang Banten.

"Di Ponpes Banten, saya masukin ponpes karena saya gak mau anak saya seperti saya," kilahnya.

Jefri pun mengakui kesalahannya dan sangat menyesal atas perbuatannya. "Saya itu tergiur atas keuntungannya," ucapnya.

BREAKING NEWS - Sudah Punya Usaha Angkot, Jefri Tergiur Keuntungan Lakoni Bisnis Sabu

Jefri pun mengakui memiliki usaha utama selama ini. "Iya, punya angkot, kalau empek-empek punya istri saya. Online kadang ambil dari sini," bebernya.

Jefri pun mengatakan selama ini ia tak pernah langsung bertemu dengan pemasoknya.

"Kalau bayarnya cuman transfer, barangnya jemput sama kurir. Sekali kirim untungnya Rp 80 juta, hasilnya buat beli tanah rumah mobil motor, kalau total kurang tahu," sebut Jefri.

Disinggung apakah ia mengikuti pengajian untuk kedok, Jefri membantah hal tersebut. "Enggak saya memang ikut pengajian tapi bukan untuk mengelabuhi," kata Jefri.

Tak hanya itu, Jefri mengaku pernah beberapa kali mengirim ke beberapa Lapas di Lampung.

"Iya ngirim ke lapas juga. Paling satu sampai dua garis," tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/Eka Ahmad Sholichin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved