Ada Paket Misterius di Kereta Bawah Tanah, Stasiun Sampai Ditutup, Ternyata Ini isinya

Stasiun kereta bawah tanah itu pun segera ditutup, dengan para calon pengunjung dievakuasi dan layanan di dua jalur kereta bawah tanah ditangguhkan.

Ada Paket Misterius di Kereta Bawah Tanah, Stasiun Sampai Ditutup, Ternyata Ini isinya
kompas.com
Petugas kepolisian berjaga di depan pintu masuk stasiun kereta bawah tanah di Fulton Street, New York, yang ditutup setelah adanya laporan temuan paket misterius, Jumat (16/8/2019).(AFP / DREW ANGERER) 

Ada Paket Misterius di Kereta Bawah Tanah, Stasiun sampai ditutup, Ternyata Ini isinya

Trbunlampung.co.id - Aksi teror belakangan di Amerika Serikat membuat pihak keamanan setempat lebih waspada. 

Gara-gara dua paket misterius di stasiun kereta api bawah tanah New York, Jumat (16/8/2019) pagi, memicu dilakukannya penutupan stasiun selama dua jam.

Dilansir AFP, kepolisian New York waspada setelah menerima laporan warga tentang temuan paket misterius yang ditinggalkan di stasiun kereta bawah tanah Fulton Street, Manhattan, dekat bekas World Trade Center, pada pukul 07.00 waktu setempat.

Dua buah paket yang tampak seperti alat penanak nasi atau " rice cooker" itu ditemukan di dua lokasi yang terpisah di stasiun, memicu kecurigaan warga sehingga melaporkannya ke polisi.

Stasiun kereta bawah tanah itu pun segera ditutup, dengan para calon pengunjung dievakuasi dan layanan di dua jalur kereta bawah tanah ditangguhkan.

Kereta di jalur lain juga diperintahkan tidak berhenti di stasiun tersebut dan langsung menuju stasiun berikutnya.

Namun setelah pemeriksaan terhadap paket misterius itu selama dua jam, polisi mengumumkan bahwa paket itu tidak berbahaya dan hanya merupakan rice cooker biasa.

Polisi juga melaporkan menemukan paket ketiga yang serupa di 16th Street di distrik Chelsea, yang berada di utara.

"Paket itu juga ternyata hanya rice cooker biasa," kata John Miller, wakil komisaris untuk intelijen dan kontraterorisme Departemen Kepolisian New York.

Halaman
123
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved