Ada Paket Misterius di Kereta Bawah Tanah, Stasiun Sampai Ditutup, Ternyata Ini isinya

Stasiun kereta bawah tanah itu pun segera ditutup, dengan para calon pengunjung dievakuasi dan layanan di dua jalur kereta bawah tanah ditangguhkan.

kompas.com
Petugas kepolisian berjaga di depan pintu masuk stasiun kereta bawah tanah di Fulton Street, New York, yang ditutup setelah adanya laporan temuan paket misterius, Jumat (16/8/2019).(AFP / DREW ANGERER) 

Polisi lantas memeriksa rekaman kamera pengawas dan menemukan bahwa dua paket penanak nasi yang ditemukan di stasiun diletakkan oleh orang yang sama.

"Seorang pria terekam kamera saat membawa dua penanak nasi itu ke dalam stasiun menggunakan kereta belanja. Pihak berwenang masih mencari pria itu," kata Miller.

Polisi mencari pria tersebut untuk mengetahui motif sebenarnya dari tindakannya meninggalkan dua rice cooker itu di stasiun kereta bawah tanah.

Polisi tidak dapat memastikan apakah paket penanak nasi ketiga yang ditemukan di lokasi lain memiliki keterkaitan dengan temuan dua paket di stasiun.

Namun ketiga penanak nasi yang ditemukan memiliki model yang sama.

Kewaspadaan warga masyarakat akan temuan paket maupun benda-benda mencurigakan telah meningkat setelah adanya sejumlah aksi serangan yang terjadi di AS selama beberapa tahun terakhir.

Pada September 2016, di Chelsea, sebuah bom penanak nasi bertekanan rakitan meledak dan melukai 31 orang, memicu kepanikan di kota yang belum lupa akan serangan 9/11 yang menghancurkan gedung WTC.

Ahmad Raimi, seorang pria kelahiran Afghanistan yang bersimpati dengan pelaku penyerangan, telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas insiden ledakan itu.

Dia mengaku menempatkan beberapa bom rakitan di New Jersey dan Manhattan, tetapi hanya satu yang kemudian dapat meledak.

Sejak serangan yang dilakukan Raimi, ibu kota ekonomi AS itu telah dilanda dua serangan lainnya, yakni pada Oktober 2017, dengan seorang pria Uzbekistan yang menabrak pengendara sepeda motor dan pejalan kaki di jalur sepeda di Manhattan dan menewaskan delapan orang, serta melukai 12 lainnya.

Halaman
123
Penulis: Beni Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved