Tribun Pringsewu

Bentuk Keprihatinan, Petani Pringsewu Gelar Upacara HUT RI di Sungai Kering

Kegiatan yang diselenggarakan di dasar sungai tersebut mengundang antusias warga.

Bentuk Keprihatinan, Petani Pringsewu Gelar Upacara HUT RI di Sungai Kering
Tribunlampung.co.id/Didik
Bentuk Keprihatinan, Petani Pringsewu Gelar Upacara HUT RI di Sungai Kering 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Berbagai cara dilakukan masyarakat di Kabupaten Pringsewu untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Republik Indonesia.

Warga antusias merayakan kemerdekaan diantaranya dengan menyelenggarakan lomba dan upacara. Upacara ada yang dilaksanakan di tanah lapang lingkungan warga setempat.

Uniknya ada yang menyelenggarakan upacara di sungai yang kering akibat kemarau. Kegiatan yang diselenggarakan di dasar sungai tersebut mengundang antusias warga untuk hadir ikut upacara
Penjabat Kepala Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Kuncoro mengungkapkan bila upacara HUT RI ke 74 tersebut membalut keprihatinan masyarakat setempat.

Dimana sungai kering tersebut tidak menyenangkan bagi masyarakat Bulukarto. "Walaupun upacara dengan penuh kemeriahan tapi dipenuhi dengan keprihatinan (masyarakat)," ungkap Kuncoro.

Menurutnya, itu karena Bendungan Way Gatel yang menjadi hulu Sungai Way Bulu belum juga jadi. Sehingga, kata dia, masyarakat berharap supaya upacara di sungai cukup sekali karena ingin sungai tersebut tetap mengalir airnya.

Dia mengungkapkan bahwa wilayah Kecamatan Gadingrejo, terlebih khusus Pekon Bulukarto merupakan wilayah pertanian. Atas keringnya Sungai Way Bulu, menurut dia, petani akan sangat susah melakukan tanam.

Terutama masa tanam di musim gadu. Sebab, air sebagai sumber kehidupan tanaman padi yang ditanam.

Sedangkan di musim gadu ini masyarakat hanya mengandalkan air dari sumur bor. Sehingga jumlah lahan yang dapat tertanam sangat terbatas.

Dia berharap, pemerintah lekas menanggapi apa yang menjadi aspirasi petani. Sehingga pada musim tanam kedepan air dari bendungan yang dimaksud dapat dimanfaatkan oleh petani.

Selain itu, Kuncoro mengatakan, upacara di sungai juga untuk mengkampanyekan supaya masyarakat tidak membuang sampah di sungai. "Dengan moto bersih sungai ku, sehat desa ku, Insya Allah sungai ini akan kita jaga kebersihannya," katanya.

Pemuda setempat, Adi berharap supaya Desa/Pekon Bulukarto lebih baik lagi ke depan. Ia pun ingin dengan upacara di Sungai Way Bulu kedepan menjadi perhatian.

(Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan C)

Keterangan Foto : Pengibaran bendera merah putih dalam upacara HUT RI ke 74, Sabtu (17/8/2019) di dasar Sungai Way Bulu, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung yang kering.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved