Gagalkan Lagi Pengiriman Burung Tanpa Izin, Tim Lepas Liarkan 1.065 Ekor Burung Kicau

Lagi-lagi tim gabungan berhasil menggagalkan pengiriman burung kicau tanpa dokumen resmi.

Gagalkan Lagi Pengiriman Burung Tanpa Izin, Tim Lepas Liarkan 1.065 Ekor Burung Kicau
Istimewa
GAGALKAN PENYELUNDUPAN BURUNG - Tim gabungan menggagalkan pengiriman burung kicau tanpa izin sebanyak 1.065 ekor di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seakan tak ada kapoknya, pelaku penyelundupan burung kicau kembali beraksi. Dan lagi-lagi, tim gabungan berhasil menggagalkan pengiriman burung kicau tanpa dokumen resmi itu.

Kali ini, tim gabungan menggagalkan upaya pengiriman burung kicau tanpa izin sebanyak 1.065 ekor. Tujuan penyelundupan adalah wilayah Jakarta.

Tim gabungan yang berhasil menggagalkan penyelundupan burung kicau terdiri dari tiga unsur. Masing-masing Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, Flight Protecting Indonesia Birds, dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Paket burung kicau tanpa dokumen resmi itu ketahuan oleh tim gabungan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Adapun rinciannya burung Tompel Jantan 2 ekor, Polos Jantan 18 ekor, Cucak Jenggot 25 ekor, Wayang 3 ekor, dan Kinoi 253 ekor. Kemudian Mini Jantan 25 ekor, Bungo Jantan 33 ekor, Cililin 4 ekor, dan Kapas Air 50 ekor. Ada juga burung Mandarin 12 ekor, Poksai 12 ekor, Murai Kopi 16 ekor, dan Pleci 360 ekor.

Tim mendapati 13 jenis burung kicau ini di dalam mobil merek Kijang LGX.

Sementara di mobil merek Isuzu Panther, tim menemukan burung Srindit 3 ekor, Wayang Jantan 3 ekor, Kinoi 6 ekor, Pelangi 17 ekor, Rembo 8 ekor, dan Jalak Air 40 ekor. Lalu Poksai 10 ekor, Pleci 150 ekor, Cililin 4 ekor, Poksai Aji 2 ekor, Siri-siri 5 ekor, Mandarin 1 ekor, dan Polos Jantan 3 ekor.

"Burung-burung kicau ini kami amankan di Pelabuhan Bakaheuni, Jumat malam, 16 Agustus 2019, sekitar pukul 23.00 WIB," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan BKP Kelas I Lampung Anak Agung Oka Mantara melalui rilis, Sabtu, 17 Agustus 2019.

"Burung-burung tersebut berasal dari Bukit Tinggi (Sumatera Barat). Dan seperti biasa, tujuannya ke Jakarta," imbuh Agung Oka.

Tim gabungan, jelas Agung Oka, menahan paket burung kicau tersebut lantaran tidak memiliki dokumen perizinan.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved