Tribun Bandar Lampung

Kendalikan Peredaran Sabu dari Lapas, Narapidana Divonis Penjara Seumur Hidup di PN Tanjungkarang

Divonis seumur hidup, wajah terdakwa Sepriadi Darmawan pengendali sabu seberat 100 gram dari dalam Lapas memerah.

Kendalikan Peredaran Sabu dari Lapas, Narapidana Divonis Penjara Seumur Hidup di PN Tanjungkarang
TribunLampung/Hanif Mustafa
Divonis seumur hidup, wajah terdakwa Sepriadi Darmawan pengendali sabu seberat 100 gram dari dalam Lapas memerah. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMLUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Divonis seumur hidup, wajah terdakwa Sepriadi Darmawan pengendali sabu seberat 100 gram dari dalam Lapas memerah.

Sepriadi Darmawan merupakan narapidana yang tengah menjalani hukuman 20 tahun dan ia dianggap secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Maka menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Sepriadi Darmawan dengan pidana hukuman penjara seumur hidup," ujar Majelis Hakim Ketua Yus Enidar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu 21 Agustus 2019.

Sementara, setelah menjatuhi hukuman seumur hidup kepada Sepriadi, Majelis Hakim membacakan putusan kepada kurir Sepriadi yakni Chairul Anwar dan Cut Salmina Anggraini.

Majelis Hakim Ketua Yus Enidar menyatakan, kedua secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah menjadi perantara narkotika golongan satu.

"Menjatuhkan kepada kedua terdakwa masing-masing Chairul Anwar dan Cut Salmina Anggraini hukuman pidana penjara selama 12 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan," sebutnya.

Atas putusan majelis hakim ini, terdakwa Sepriadi menyatakan pikir-pikir, begitu juga dengan JPU Desti yang menyatakan pikir-pikir.

Sementara terdakwa Cut Salmina Anggraini menyatakan menerima dan terdakwa Chairul Anwar menyatakan pikir-pikir.

Divonis 12 Tahun Penjara, Terdakwa Kurir Sabu Seberat 3 Kilogram Asal Aceh Ini Hanya Bisa Pasrah

Sebelumnya diberitakan, kendalikan peredaran sabu seberat 100 gram, narapidana yang tengah menjalani hukuman 20 tahun dengan perkara yang sama kembali dituntut 15 tahun 6 bulan penjara.

Narapidana ini bernama Sepriadi Darmawan yang mana telah mengendalikan jaringan narkotika asal Provinsi Batam Kepulauan Riau.

Sepriadi memiliki kurir yang bernama Cut Salmina Anggraini Warga Aceh dan Chairul Anwar Warga Lampung.

Ketiga terdakwa ini pun menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu 17 Juli 2019.

Dalam persidangan Jaksa penuntut umum (JPU) Desti Listiana Sari menilai ketiga terdakwa secara sah terbukti bersalah sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana penjara kepada tiga terdakwa dengan pidana penjara terhadap pertama terhadap terdakwa Sepriadi Darmawan dengan pidana penjara selama 15 tahun dan 6 bulan penjara," ujar JPU.

"Kedua terdakwa Cut Salmina Anggraini dan Chairul Anwar dengan pidana penjara masing-masing 13 tahun penjara," imbuhnya.

Selain itu JPU juga meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman denda masing-masing sebesar Rp 1 Miliar subsider 6 bulan penjara.

Dua Orang Miliki Sabu Diamankan Jajaran Polsek Terbanggi Besar dalam Satu Malam

Pada dakwan ketiganya, JPU Desti menyebutkan perbuatan terdakwa bermula pada awal Januari 2019, saat terdakwa Cut yang berada di Provinsi Aceh mendapat tawaran untuk mengantar narkotika jenis sabu ke Lampung.

Selanjutnya terdakwa Cut menghubungi Brahed (DPO) yang berada di Batam. Saat dihubungi itu disepakati transaksi sabu seberat 100 gram.

Cut kemudian mengambil narkotika jenis sabu ke Brahed di Batam dengan biaya keberangkatan ke Batam ditanggung oleh terdakwa Sepriadi.

Lalu pada hari minggu tanggal 27 Januari 2019 sekira jam 10.00 wib, terdakwa Cut berangkat dari Aceh menuju Batam menggunakan pesawat.

Sekira pukul 12.00 wib saksi Cut tiba di Batam dan bertemu dengan orang suruhan Brahed.

Saat itu, Cut menerima satu bungkus plastik berukuran besar berisi narkotika jenis sabu sebanyak lebih kurang 100 gram.

Cut kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat dari Batam menuju Lampung.

Secara bersamaan terdakwa Sepriadi menghubungi terdakwa Chairul untuk menerima sabu dari saksi Cut.

Dua Pedagang Kain Diciduk sedang Konsumsi Sabu di Rumah

Selain itu, Sepriadi menyuruh Chairul untuk memecah sabu tersebut menjadi 9 bungkus untuk diantarkan kepada pembeli.

Pertama Sepriadi menyuruh saksi Chairul mengantarkan satu paket shabu ke Candimas.

Kedua pada hari senin tanggal 28 Januari 2019 sebanyak dua bungkus diantar ke Pertamina Sukarame.

Ketiga pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2019 sebanyak dua bungkus diantar ke Pertamina Sukarame.

Kempat pada hari kamis tanggal 31 Januari 2019 sebanyak satu bungkus diantar ke depan Alfamart Candimas.

Kemudian pada hari Jumat tanggal 01 Februari 2019 sekira jam 16.00 wib Sepriadi ditangkap oleh anggota kepolisian melalui petugas Lapas, lantaran terungkap setelah polisi melakukan penangkapan terhadap Chairul dan Cut.

Yang mana dari tangan Chairul dan Cut didapati barang bukti narkotika sebanyak tiga bungkus sabu dengan berat 27,73 gram.

(tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved