Kisah Pilu Korban Obat Kedaluwarsa: Suami Dipecat, Kontrakan Rp 500 Ribu Belum Dibayar

Novi menjadi korban obat kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kisah Pilu Korban Obat Kedaluwarsa: Suami Dipecat, Kontrakan Rp 500 Ribu Belum Dibayar
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Novi Sri Wahyuni, ibu hamil yang mendapatkan obat kedaluwarsa dari Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. 

Kisah Pilu Korban Obat Kedaluwarsa: Suami Dipecat, Kontrakan Rp 500 Ribu Belum Dibayar

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pasangan Bayu Randi Dwitara (19) dan Novi Sri Wahyuni (21) sedang mendapat ujian cukup berat.

Novi menjadi korban obat kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Penderitaan mereka bertambah karena Bayu kehilangan pekerjaan.

Alhasil, mereka tak bisa membayar sewa kontrakan sebesar Rp 500 ribu.  

Sewa kontrakan tersebut sudah jatuh tempo pada 14 Agustus 2019 lalu.

Bayu tak bisa menyisihkan uang untuk membayar kontrakan berdinding triplek tersebut karena sibuk mengurus Novi.

"Kalau enggak diingetin yang punya rumah, saya enggak inget kontrakan," ujar Husnawati, ibu kandung Bayu, saat ditemui Kompas.com di kediamannya di Kamal Muara, Selasa (20/8/2019).

Beruntung, pemilik kontrakan menyadari kondisi keluarga mereka yang sedang kesusahan sehingga diberikan dispensasi.

Rumah yang ditempati Bayu beserta keluarganya tepat berada di samping flyover Kamal Muara.

Puskesmas Beri Ibu Hamil Obat Kedaluwarsa, Bagaimana Batas Aman Konsumsi Obat Kedaluwarsa?

197 Apotek Kemas Ulang Obat Kedaluwarsa Lalu Dijual, Ini Cara Cepat Cek Obat Asli dan Obat Palsu

Kondisi rumah korban obat kedaluwarsa di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kondisi rumah korban obat kedaluwarsa di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. (KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI)
Halaman
1234
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved