Tribun Bandar Lampung

Bea dan Cukai Bandar Lampung Musnahkan 6 Juta Rokok dan 3 Ribu Miras ilegal Senilai Rp 5,6 Miliar

Direktorat Jendral Bea Dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Sumbagbar KPPPBC TMP B Bandar Lampung melakukan pemusnahan barang milik negara.

Bea dan Cukai Bandar Lampung Musnahkan 6 Juta Rokok dan 3 Ribu Miras ilegal Senilai Rp 5,6 Miliar
Tribunlampung.co.id/Hanif
Bea dan Cukai Bandar Lampung Musnahkan 6 Juta Rokok dan 3 Ribu Miras ilegal Senilai Rp 5,6 Miliar 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Direktorat Jendral Bea Dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Sumbagbar KPPPBC TMP B Bandar Lampung melakukan pemusnahan barang milik negara hasil tangkapan operasi cukai Callsign Gempur.

Adapun barang barang milik negara hasil tangkapan operasi cukai Callsign Gempur yang dimusnahkan dengan nilai total barang sebesar Rp 5,6 miliar.

Dengan rincian barang 6,8 juta barang rokok ilegal, 3.301 botol minuman keras ilegal, 50 buah sex toys, 20 karton tepung cripsy impor, 20 karton boneka impor serta 72 bungkus bibit tanpa izin impor.

Kepala Bea Cukai Bandar Lampung Muhmmad Hilal Nur Sholihin mengatakan pemusnahan barang ilegal ini merupakan sebagai perwujudan pelaksanakan tugas dan fungsi Direktorat Jendral Bea Dan Cukai.

"Diantaranya sebagai Revenue Collector atau pengumpulan penerimaan negara untuk biaya pembangunan dan sebagai Community Protector yaitu melidungi masyarakat dari peredaran barang ilegal," ungkapnya dalam pemusnahan barang milik negara hasil tangkapan di TPP PT Fortuna Mulia Indonesia Jalan Yos Sudarso, Bumi Waras, Kamis (22/8/2019).

BREAKING NEWS - Dituntut 6 Tahun Penjara, Taufik Hidayat: Hidup Saya dan Keluarga Tertekan

BREAKING NEWS - Rumah Pensiunan Polisi Terbakar, Hanya Ijazah yang Selamat dari Amukan Api

BREAKING NEWS - Pikap Tercebur ke Laut di Pelabuhan Merak, Sopir dan Kernet Dilarikan ke RS

Lanjutnya pada pemusnahan barang bukti yang dilakukan hari ini merupakan hasil penindakan selama semester kedua tahun 2018 dengan nilai total Rp 5,6 miliar.

"Dari penyitaan tersebut, kami bisa mencegah kerugian negara, diantaranya 6,8 juta rokok ilegal bisa menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 2,5 miliar, 3.301 botol miras perkiraan potensi kerugian negara yang bisa dicegah Rp 75 juta," bebernya.

Masih kata Hilal, dari segi penerimaan negara pihaknya telah menghimpun penerimaan negara per tanggal 17 Agustus 2019 sebesar Rp 781,47 miliar.

"Ini mencapai 52,66 persen dari target yang diberikan negara sebesar Rp 1,484 triliun," bebernya.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved