BNPT Imbau Mahasiswa Baru Unila Waspada Radikalisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengingatkan para mahasiswa baru Universitas Lampung mewaspadai radikalisme.

BNPT Imbau Mahasiswa Baru Unila Waspada Radikalisme
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
DIALOG ANTISIPASI RADIKALISME - Direktur Pencegahan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) Brigadir Jenderal Pol Hamli (tengah) mengisi dialog di Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengingatkan para mahasiswa baru Universitas Lampung mewaspadai radikalisme. Mahasiswa baru, menurut BNPT, menjadi target dan sasaran pelaku radikalisme.

"Di Unila ada sekitar 6.000 mahasiswa baru. Mahasiswa baru sangat rentan tersusupi radikalisme," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigadir Jenderal Pol Hamli seusai mengisi dialog "Pelibatan Sivitas Akademika dalam Pencegahan Terorisme" di Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila, Selasa (20/8/2019).

Hamli menjelaskan pergerakan pelaku radikalisme saat ini kian masif di berbagai kalangan, termasuk warganet. Radikalisme, sambung dia, juga mulai masuk ke lingkungan pendidikan.

"Radikalisme mulai masuk ke lingkungan pendidikan karena pelakunya menilai kampus sebagai tempat paling mudah," ujar Brigjen Hamli.

"Tapi itu semua tergantung dari imunitas (kekebalan) sebagai pribadi manusia. Kalau imunitasnya cukup, maka bisa menolak (radikalisme)," imbuhnya seraya mengimbau seluruh elemen meningkatkan kepedulian terhadap dunia kemahasiswaan.

Kepala Bidang Agama dan Sosial Budaya Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung Abdul Syukur mengungkap hasil riset BNPT pada 2017 dan 2018. Hasil riset itu menunjukkan Lampung berada pada posisi empat besar provinsi yang paling rentan terpengaruh radikalisme.

"Perlu kepedulian bersama, mulai dari elemen masyarakat hingga perguruan tinggi. Indikator Lampung masuk urutan keempat itu karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang hukum," kata Syukur.

"Jadi ini bukan hanya tugas negara ataupun BNPT, tapi tugas semua elemen masyarakat. Kearifan lokal sangat memengaruhi. Seperti budaya sakai sambayan, nemui nyimah, dan nengah nyappur," imbuhnya. 

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved