Kompas Gramedia Lampung Award

Kota Metro Sajikan Program Unggulan Getuk Melanting atau Gerakan untuk Melawan Stunting

Maka, dibuatkan program Getuk Melanting. Dan, berkat program ini, pada 2018 stunting di Kota Metro turun menjadi 17,6 persen.

Kota Metro Sajikan Program Unggulan Getuk Melanting atau Gerakan untuk Melawan Stunting
TRIBUNLAMPUNG/ANDI ASMADI
Tim dari Kota Metro memaparkan program inovasi prorakyat di Pulau Tegal Mas, Kamis 22 Agustus 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Kota Metro memaparkan program unggulan Getuk Melanting atau Gerakan untuk Melawan Stunting saat hadir dalam kegiatan presentasi program inovatif prorakyat di Pulau Tegal Mas, Kamis 22 Agustus 2019.

Presentasi program inovatif prorakyat ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menuju pada puncak acara Kompas Gramedia Lampung Award 2019 pada awal Oktober nanti.

Yang bikin syok, kata pemapar, ternyata ada kasus stunting di Kota Metro. Malah ada kenaikan dari 16 persen menjadi 20 persen pada 2016.

Maka, dibuatkan program Getuk Melanting. Dan, berkat program ini, pada 2018 stunting di Kota Metro turun menjadi 17,6 persen. 

Program ini dibuat komprehensif, tidak hanya ntuk anak-anak, tetapi juga melibatkan kader posyandu, ibu hamil, dan sebagainya.

Pada 2018 dibentuk tim pelaksana. Tim juga memantau, bahkan sampai pada pengecekan air minum.  Program ini menyeluruh dan berkelanjutan.

Program lain adalah Gerbang Bumi Sai Wawai. Gerbang adalah Gerakan Membangun, Sai Wawai adalah julukan untuk Kota Metro.

Program ini dimulai 2018. Ini merupakan program pemberdayaan masyarakatm terutama untuk penanggulangan kemiskinan.

Program ini berbasis pemberdayaan masyarakat yang merupakan tahap lanjut dalam penanggulanan kemiskinan.

Program ini diharapkan bermanfaat untuk masyarakat dengan prinsip Inisiatif, Pasrtisipatif, Demokratis, dan lainnya.

Bentk kegiatan tidak memerlukan tekonologi tinggi dan bisa dilakukan oleh masyarakat. Sepeeti perbaikan drainase, gorong-gorong dan lainnya. Pemkot Metri memberikan hibah barang untuk material sesuai usulan masyarakat.

Untuk pengerjaan berasal dari swadaya dan gotong royong masyarakat. Kadang pengusaha juga membantu.

Anggaran 2018 Rp 3,5 miliar. Tiap kelurahan mendapat Rp 150 juta.

Penulis: Andi Asmadi
Editor: Andi Asmadi
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved