Video Tribun Lampung

VIDEO Bupati nonaktif Mesuji Khamami Sampaikan Wasiat ke Hakim, Kutip Ayat Alquran

Hal ini diungkapkan Khamami dalam persidangan perkara dugaan suap fee proyek infrastruktur Mesuji dengan agenda pembacaan pembelaan.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bupati nonaktif Mesuji Khamami memohon untuk ditahan di Lampung.

Hal ini diungkapkan Khamami dalam persidangan perkara dugaan suap fee proyek infrastruktur Mesuji dengan agenda pembacaan pembelaan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, 22 Agustus 2019.

Pada sidang sebelumnya, Khamami dituntut 8 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam sidang, Khamami juga menyampaikan permohonan maafnya atas segala kesalahan selama proses penyidikan dan persidangan.

"Sehingga Bapak-Ibu Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum, saya harap menghukum seringan-ringannya. Jika berkenan, bisa membebaskan saya," ungkap Khamami.

"Dan jika saya dihukum, ini sebagai wasiat saya kepada JPU, untuk tetap ditahan di Lampung atau di LP Rajabasa, agar memberi kemudahan keluarga menjenguk. Kalau pertimbangan di LP Sukamiskin, biayanya tidak ada. Saya bukan bupati (seperti) yang lain. Demi Allah, mungkin Yang Mulia tidak percaya saya tulus bekerja untuk rakyat," imbuh Khamami.

Khamami pun mengaku telah menerima uang sebesar Rp 50 juta dari Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra di rumah dinasnya.

"Saya telah menerima Rp 50 juta di rumah dinas dari Wawan setelah pulang haji. Saya tidak tahu uang itu dari mana, karena tidak dijelaskan. (Wawan) hanya memberikan. Mohon majelis hakim menerima, karena ini bukan uang saya," tandasnya.

Ceramahi Majelis Hakim

Sambil terisak menahan tangis, Bupati nonaktif Mesuji Khamami menceramahi majelis hakim.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Iskandar
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved